Harga Emas Merosot Akibat Aksi Jual Besar-besaran

Harga emas merosot pada Kamis (3/4/2025), setelah sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) ke-20 sepanjang 2025. Hal itu akibat aksi jual besar-besaran di pasar keuangan global yang dipicu oleh kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot turun 0,85% dan ditutup di US$ 3.114,15 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di US$ 3.167,54.

Para analis menyebut penurunan ini disebabkan oleh aksi profit taking dan margin call di aset lain, yang mendorong investor menjual sebagian kepemilikan emas mereka untuk menutup kerugian.

Wakil Presiden sekaligus Analis Senior Logam di Zaner Metals Peter Grant Saat pasar mengalami tekanan jual akibat deleveraging, banyak investor mencari peluang membeli saat harga turun.

“Orang-orang menjual posisi yang menguntungkan untuk menutup margin mereka, tetapi dalam jangka panjang, emas tetap menjadi aset aman yang menarik,” paparnya.

Kebijakan tarif Trump memicu penurunan tajam di pasar keuangan karena kekhawatiran akan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, tren kenaikan emas tetap terjaga dengan lonjakan lebih dari US$ 500 sepanjang tahun ini.

Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger menyebut, pergerakan emas ini sebagai koreksi atau retracement dalam tren yang masih cenderung naik.

Dukungan bagi kenaikan harga emas diperkirakan datang dari aksi pembelian bank sentral yang ingin mendiversifikasi cadangan mereka dari dolar AS akibat ketidakpastian kebijakan Trump.

Namun, HSBC memperingatkan bahwa meskipun momentum kenaikan dapat berlanjut di paruh pertama tahun ini, kombinasi faktor pasar fisik dan keuangan bisa menekan harga emas menjelang akhir 2025. HSBC memperkirakan harga emas rata-rata mencapai US$3.015 tahun ini.

Di sisi lain, harga perak terjungkal 5,9% ke US$32,01 per ons, level terendah sejak 4 Maret. Meskipun perak biasanya mengikuti pergerakan emas, logam ini lebih rentan terhadap fluktuasi pasar karena penggunaannya dalam industri.

“Permintaan perak tertekan akibat kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi global,” kata Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures Phillip Streible.

Komoditas logam lainnya juga melemah. Platinum ambles 3,2% menjadi US$951,87 per ons. Sedangkan paladium anjlok 4,2% ke US$929,43 per ons.


sumber : investor.id