Harga Emas Merangkak Naik, Efek Thin Market dan Libur Pasar AS

Harga emas spot (XAUUSD) bergerak menguat pada perdagangan hari Senin, 25 Mei 2026 pukul 13.30 WIB, bergerak di kisaran $4.554,79 per troy ounce. Penguatan ini menandai fase pemulihan setelah komoditas kuning ini mengalami koreksi sehat dari level tertinggi satu bulan yang sempat mendekati area $4.650–$4.700 pada pertengahan Mei 2026. Pergerakan positif di awal sesi Eropa hingga siang hari ini utamanya dipicu oleh kombinasi antara faktor teknis penutupan pasar (holiday illiquidity) dan penyesuaian ekspektasi makro global.

Faktor utama yang sangat memengaruhi pergerakan harga pada siang hari ini adalah kondisi pasar yang menipis akibat libur Memorial Day di Amerika Serikat. Dengan ditutupnya pasar ekuitas dan obligasi AS pada hari Senin ini, likuiditas di pasar keuangan global berkurang secara signifikan. Dalam kondisi pasar yang sepi atau thin market, volume perdagangan yang relatif kecil dari wilayah Asia dan Eropa mampu menggerakkan harga secara lebih agresif. Kondisi ini sering kali dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk mendorong aksi beli (rebound) tanpa adanya tekanan jual penyeimbang yang masif dari institusi besar AS.

Dari sisi makroekonomi, penguatan XAUUSD juga didukung oleh melandainya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury 10-tahun) yang kini stabil di bawah kisaran 4,6%. Setelah sempat melonjak akibat rilis data inflasi AS (CPI dan PPI) serta risalah rapat FOMC yang bernada hawkish pekan lalu, tekanan yield terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas mulai mereda. Investor tampaknya menilai bahwa sebagian besar sentimen penundaan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve sudah sepenuhnya diantisipasi oleh pasar (priced in), sehingga membuka ruang bagi emas untuk bernapas dan kembali naik.

Selain itu, kekuatan struktural dari permintaan fisik global tetap menjadi fondasi kuat yang menjaga harga emas tidak jatuh lebih dalam selama fase koreksi. Bank-bank sentral dunia, khususnya di negara-negara berkembang (emerging markets), dilaporkan terus melanjutkan akumulasi cadangan emas mereka di kuartal kedua tahun 2026 ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Permintaan institusional yang konsisten ini menciptakan semacam batas bawah psikologis (floor price) yang kuat di sekitar level $4.500.

Terakhir, meskipun ada optimisme terkait perkembangan negosiasi atau Nota Kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran yang sempat meredakan premi risiko geopolitik secara umum, posisi emas sebagai asuransi portofolio jangka panjang tetap tidak tergoyahkan. Di tengah proyeksi inflasi jangka panjang yang masih tertahan di level tinggi dan volatilitas pasar mata uang konvensional, para manajer dana global memanfaatkan momentum koreksi harga pekan lalu untuk kembali melakukan akumulasi beli (buy on dip). Hal inilah yang secara mekanis mendorong XAUUSD merangkak naik menuju target resistansi terdekatnya di level $4.600 pada siang hari ini.


sumber : reuters