Harga Emas Menguat, Setelah Iran Buka Selat Hormuz

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Penguatan itu didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), serta meredanya kekhawatiran geopolitik setelah Iran memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka.

Harga emas spot ditutup menguat 1,33% menjadi US$ 4.854,43 per ons. Secara mingguan, logam mulia ini telah naik 0,8%.

Dikutip dari Reuters, pernyataan Menteri Luar Negeri Iran yang memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap beroperasi selama masa gencatan senjata menjadi katalis positif bagi pasar. Jalur tersebut akan digunakan sesuai rute terkoordinasi yang telah ditetapkan oleh otoritas pelabuhan dan maritim Iran.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan, pembicaraan lanjutan terkait konflik Iran berpotensi berlangsung akhir pekan ini. Ia juga optimistis kesepakatan damai dapat segera tercapai.

Kondisi ini menekan harga minyak dunia, yang pada akhirnya meredakan kekhawatiran inflasi global.

“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan peristiwa penting. Dengan tekanan pada harga minyak, ekspektasi inflasi menurun dan peluang penurunan suku bunga kembali menguat, ini menjadi kabar baik bagi emas,” ujar Wakil Presiden sekaligus Senior Strategist Zaner Metals Peter Grant.

Grant menambahkan, harga emas berpotensi kembali menembus level psikologis US$ 5.000 per ons dalam jangka pendek.

Pelemahan dolar AS juga menjadi faktor pendorong utama. Mata uang yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lain.

Namun, dinamika pasar sebelumnya sempat berbalik arah. Harga emas sempat terkoreksi setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari. Lonjakan harga energi saat itu memicu kekhawatiran inflasi dan membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang diminati.

Dari pasar fisik, terdapat hambatan di India. Sejumlah bank di negara tersebut dilaporkan menghentikan impor emas dan perak karena belum adanya izin resmi dari pemerintah, sehingga pasokan logam mulia tertahan di bea cukai.

Adapun logam mulia lainnya turut mencatat penguatan. Harga perak melonjak 3,71% dan ditutup di US$ 81,31 per ons dan telah naik nyaris 4% sepanjang pekan ini.


sumber : investor.id