Harga Emas Menguat, Didorong Aksi Bargain Hunting

Harga emas dunia kembali menguat lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (9/7/2026), didorong aksi beli saat harga murah (bargain hunting) setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah dalam sepekan.

Dikutip dari Reuters, di saat yang sama, pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu gejolak baru di pasar keuangan.

Harga emas spot ditutup melejit 1,14% menjadi $ 4.123,53 per troy ounce, setelah pada Rabu (8/7/2026) sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli 2026.

Senior Market Strategist StoneX Bob Haberkorn mengatakan, penguatan emas kali ini dipicu aksi beli setelah penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya. “Ada aksi bargain hunting setelah penurunan harga kemarin. Dalam jangka pendek, penggerak utama emas tetap kebijakan suku bunga The Fed,” ujar Haberkorn.

Menurut dia, jika The Fed mengambil sikap lebih dovish terhadap suku bunga, harga emas dan perak berpotensi melanjutkan penguatan. Sebaliknya, jika The Fed kembali memberi sinyal kenaikan suku bunga, logam mulia diperkirakan berada di bawah tekanan.

Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di sejumlah negara Teluk, menyusul serangan Washington ke wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan terhadap perjanjian gencatan senjata yang baru berjalan sekitar tiga pekan.

Kenaikan harga energi akibat konflik berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral. Meski emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena investor beralih ke aset berbunga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 62% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang.

Risalah rapat The Fed pada Juni juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi, dengan sejumlah pejabat bank sentral melihat adanya alasan untuk menaikkan suku bunga sebelum akhirnya memutuskan mempertahankan suku bunga acuan.

Investor kini menanti data inflasi AS pekan depan serta kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di Kongres untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Sementara itu, HSBC memangkas proyeksi rata-rata harga emas untuk 2026 menjadi $ 4.560 per troy ounce dari sebelumnya $ 4.864 per troy ounce. Untuk 2027, HSBC menurunkan proyeksi menjadi $ 4.925 per troy ounce dari sebelumnya $ 5.000 per troy ounce.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot melonjak 2,85% dan ditutup di $ 59,94 per troy ounce.


sumber : investor.id