Harga Emas Mencoba Pulih, Pasar Menanti Rilis Data CPI AS
Harga emas (XAUUSD) mencoba pulih dari area US$4.300, yang menjadi level terendah sekitar satu setengah pekan yang dicapai pada sesi Asia hari Jumat. XAUUSD diperdagangkan naik 0,81% ke level US$4.350,55 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.35 WIB. Namun, ruang kenaikan masih terlihat terbatas setelah data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut memberikan dukungan terhadap Dolar AS (USD) dan menekan emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, sementara pelaku pasar cenderung menahan posisi besar menjelang rilis Consumer Price Index (CPI) AS yang menjadi katalis utama berikutnya.
Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan PPI utama AS meningkat menjadi 5,4% secara tahunan pada Agustus, lebih tinggi dibandingkan 4,8% pada Juli yang telah direvisi naik serta ekspektasi pasar sebesar 5,3%. PPI inti, yang tidak memasukkan makanan dan energi, juga meningkat menjadi 4,6% dari 4,3% pada Juli, meskipun masih sesuai dengan perkiraan. Data tersebut menunjukkan tekanan harga produsen masih kuat dan, ditambah dengan tingginya harga energi, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat mengambil kebijakan yang lebih hawkish dalam pertemuan pekan depan.
Tekanan inflasi juga berpotensi semakin besar dari sektor energi. Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi sejak 21 Mei 2026 akibat eskalasi ketegangan antara AS dan Iran. Departemen Keuangan AS berencana menjatuhkan sanksi terhadap sebuah bank besar sebagai bagian dari tekanan ekonomi terhadap Iran, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman merebut kota Mocha di Laut Merah dan memperluas kendali di sekitar Selat Bab al-Mandeb. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan dan berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi.
Ketegangan geopolitik juga semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perang Iran kemungkinan dapat berlangsung hingga setelah pemilu sela November. Kondisi ini mempertahankan premi risiko geopolitik di pasar energi dan berpotensi mendukung USD sebagai aset safe haven. Dalam konteks tersebut, CPI AS menjadi sangat penting bagi arah emas. CPI yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat USD dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap XAUUSD. Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan terhadap emas dan membuka peluang pemulihan.
Secara keseluruhan, bias XAUUSD cenderung bearish dalam jangka pendek, meskipun terdapat upaya rebound dari area US$4.300. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance penting dan PPI serta risiko inflasi masih mendukung USD, ruang kenaikan emas kemungkinan tetap terbatas. Perhatian utama kini tertuju pada CPI AS; hasil yang lebih panas dapat memperbesar risiko penurunan dan mempertahankan emas di bawah tekanan, sedangkan CPI yang lebih lunak berpotensi memicu short covering dan pemulihan harga. Dengan demikian, trader sebaiknya mewaspadai volatilitas tinggi menjelang dan setelah rilis CPI.
sumber : fxstreet
