Harga Emas Melonjak Setelah NFP AS Mengecewakan, Fokus Beralih ke Data Inflasi
Harga emas (XAUUSD) melonjak 2,44% pada Jumat dan ditutup di US$ 4.343,86 per troy ounce, serta mencatat kenaikan lebih dari 7% sepanjang pekan, setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan hasil yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Nonfarm Payrolls (NFP) Juli mencatat penurunan 23 ribu pekerjaan, berbanding terbalik dengan ekspektasi kenaikan 85 ribu. Selain itu, data payrolls Mei dan Juni direvisi turun secara signifikan, memperkuat indikasi bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS mulai melemah.
Laporan tersebut mendorong penurunan imbal hasil obligasi AS dan melemahkan Dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun ke sekitar 4,687%, sementara Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke sekitar 99,54. Kondisi ini memberikan dukungan kuat terhadap harga emas yang sempat mencapai US$4.371,58 per troy ounce, level tertinggi sejak pertengahan Juni 2026.
Pelemahan pasar tenaga kerja juga mengubah ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed). Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 30%, dari 58% sehari sebelumnya. Pernyataan Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin juga menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja sebagai situasi dengan tingkat perekrutan dan pemutusan hubungan kerja yang sama-sama rendah, menunjukkan momentum ketenagakerjaan yang mulai kehilangan kekuatan.
Di sisi geopolitik, perkembangan terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran serta kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa konflik dengan Iran dapat segera berakhir, meskipun Iran menegaskan bahwa kesepakatan dengan Oman belum berarti pembukaan penuh Selat Hormuz. Sementara itu, harga WTI bergerak stabil di sekitar US$77 per barel, tetapi masih mencatat penurunan hampir 9,9% sepanjang pekan.
Memasuki pekan berikutnya, perhatian investor akan beralih pada data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Rabu(12/8) dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis(13/8). Data inflasi akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan The Fed. Dari sisi teknikal, emas menunjukkan momentum bullish setelah menembus SMA 50-hari di US$4.152. Jika mampu menembus area US$4.390, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$4.450 hingga US$4.500. Sebaliknya, area US$4.202, US$4.152, dan US$4.100 menjadi level support penting yang perlu diperhatikan.
sumber : fxstreet
