Harga Emas Melonjak, Setelah Data Tenaga Kerja AS yang Lebih Lemah

Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (2/7/2026), setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga tahun ini.

Harga emas spot ditutup melonjak 2,3% menjadi $ 4.123,62 per troy ounce.

Dikutip dari Reuters, kenaikan harga emas juga didukung pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,5%, yang membuat logam mulia menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, data ketenagakerjaan yang lebih lemah mengurangi peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed.

“Angka ketenagakerjaan yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan semakin kecil kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. Seperti yang kita ketahui, emas cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah. Karena itu, kami melihat reli yang cukup signifikan di pasar emas setelah data tersebut dirilis,” ujar Meger.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ekonomi Negeri Paman Sam hanya menciptakan 57.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan penambahan 114.000 lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,2%.

Data tersebut melanjutkan sinyal perlambatan pasar tenaga kerja setelah sehari sebelumnya laporan payroll sektor swasta AS juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan.

Merespons data ketenaga kerjaan AS terbaru itu, pelaku pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 51%, dari sebelumnya 66% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Sementara itu, Gubernur The Fed Kevin Warsh pada Rabu (1/7/2026) mengatakan ekspektasi inflasi dan risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, ia menegaskan bank sentral AS tetap berkomitmen membawa inflasi kembali ke target 2%.

Dari sisi permintaan, World Gold Council (WGC) melaporkan bank-bank sentral kembali meningkatkan pembelian emas pada Mei. Berdasarkan data terbaru, cadangan emas resmi global bertambah bersih 41 ton sepanjang bulan tersebut.

Di sisi geopolitik, pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran yang berlangsung di Qatar berakhir tanpa kemajuan berarti menuju kesepakatan damai. Ketidakpastian tersebut turut menjaga minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak spot meledak 3,14% dan ditutup di $ 60,94 per troy ounce.


sumber : investor.id