Harga Emas Melonjak, Dipicu Meningkatnya Permintaan Safe Haven

Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% dan menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan pada perdagangan Senin (23/2/2026). Kenaikan ini dipicu meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Harga emas spot naik 2,56% dan ditutup di level US$ 5.227,46 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari 2026. Sebelumnya, pada 29 Januari 2026, logam mulia ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 5.598,02 per ons.

Dikutip dari CNBC internasional, lonjakan harga terjadi setelah Trump kembali melontarkan kritik terhadap putusan Mahkamah Agung AS yang menolak kebijakan tarif sebelumnya. Trump bahkan menyatakan akan menaikkan tarif sementara atas seluruh impor AS dari 10% menjadi 15%, yang merupakan batas maksimum sesuai hukum yang berlaku.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran baru di pasar global, terutama terkait dampaknya terhadap perdagangan internasional dan stabilitas ekonomi.

Managing Partner CPM Group Jeffrey Christian mengatakan, ketidakpastian ekonomi dan politik global menjadi faktor utama yang menopang harga emas.

“Ada banyak persoalan ekonomi dan politik di seluruh dunia. Dengan aktivitas pasar yang masih relatif sepi selama libur Tahun Baru Imlek, kami memperkirakan harga emas bisa naik tajam pekan ini ketika aktivitas kembali normal,” ujarnya.

Sebagai catatan, China daratan yang merupakan salah satu konsumen emas terbesar dunia masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek dan dijadwalkan kembali beroperasi pada Selasa (24/2/2026).

Dalam jangka menengah hingga beberapa kuartal ke depan, Christian memperkirakan tren kenaikan emas masih akan berlanjut dan berpotensi mencetak rekor baru.

Dari sisi fundamental, data pada Jumat lalu menunjukkan inflasi inti AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada Desember. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam melambat tajam pada kuartal IV-2025. Kombinasi tersebut berpotensi mendorong The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Pelaku pasar kini menantikan sinyal lanjutan dari sejumlah pejabat The Fed pekan ini guna membaca arah kebijakan moneter ke depan, termasuk perkembangan isu geopolitik antara AS dan Iran.

Secara historis, emas cenderung diminati saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Logam mulia ini juga biasanya berkinerja baik ketika suku bunga berada pada level rendah.

Tak hanya emas, harga perak spot turut melonjak 4,33% dan ditutup di US$ 88,17 per ons, level tertinggi dalam lebih dari dua pekan.


sumber : investor.id