Harga Emas Melemah, tapi Masih di Jalur Kenaikan Bulanan

Harga emas global melemah pada Jumat (29/8/2025). Namun tetap berada di jalur kenaikan bulanan, seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September mendatang.

Harga emas spot terlihat melemah 0,16% ke level US$ 3.412,12 per ons pada saat berita ini ditulis Pukul 13.20 WIB. Sepanjang Agustus, logam mulia ini sudah naik sekitar 3,9% dan sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan di US$ 3.422,95 per ons pada Kamis (28/8/2025).

Kondisi dolar AS yang melemah 0,4% sepanjang Kamis malam membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

“Logam mulia masih menjadi pilihan populer di kalangan investor, terutama menjelang periode kebijakan moneter yang lebih longgar di AS mulai bulan depan,” ujar Analis Pasar Utama KCM Trade Tim Waterer.

Dari sisi kebijakan moneter, Gubernur The Fed Christopher Waller pada Kamis (28/8/2025) kembali menegaskan dukungannya untuk memangkas suku bunga acuan AS bulan depan, bahkan membuka peluang pemangkasan lanjutan dalam 3–6 bulan berikutnya.

Menurut CME FedWatch Tool, para pelaku pasar memperkirakan peluang 86% The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Dalam situasi suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya lebih menarik bagi investor.

Kini, pasar menunggu rilis data Indeks Harga PCE (Personal Consumption Expenditures), indikator inflasi favorit The Fed, yang akan diumumkan pada Jumat malam waktu AS.

“Jika PCE inti tetap di 0,3% per bulan, maka ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed akan tetap berada di jalurnya,” tambah Waterer.

Sementara itu, perkembangan politik juga turut mencuri perhatian. Gubernur The Fed Lisa Cook dikabarkan menggugat Presiden AS Donald Trump dengan alasan presiden tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikannya dari jabatan.


sumber : investor.id