Harga Emas Melemah, tapi Catatkan Kenaikan Tiga Pekan Beruntun
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (10/4/2026). Meski begitu, kinerja emas tetap solid dengan mencatatkan kenaikan selama tiga pekan berturut-turut.
Harga emas ditutup melemah 0,13% dan ditutup di ke level US$ 4.759,43 per ons. Meski demikian, sepanjang pekan ini, emas tercatat menguat hampir 1,56%, yang merupakan pekan positif dalam tiga pekan beruntun.
Independent metals trader Tai Wong menilai, pergerakan emas pekan ini menunjukkan tren yang masih positif meski dibayangi ketidakpastian. Pembeli emas mulai kembali mengambil kendali narasi pekan ini, dengan level terendah yang terus meningkat setiap hari, didukung oleh gencatan senjata sementara.
“Namun, akan ada pertarungan besar di level US$ 5.000 per ons. Jika mampu menembusnya kembali, reli bullish bisa berlanjut,” ujar dia dikutip dari Reuters.
Meski demikian, pasar masih mencermati keberlanjutan gencatan senjata tersebut. Konflik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, termasuk terkait blokade Selat Hormuz serta ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Di sisi lain, pelemahan dolar AS juga menjadi faktor pendukung emas. Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan tekanan pada dolar muncul seiring meredanya ketegangan geopolitik.
“Ketika ketegangan di Timur Tengah mulai mereda, muncul ekspektasi bahwa suku bunga bisa lebih rendah di masa depan. Hal itu menekan dolar dan memberikan dukungan bagi harga emas,” jelasnya.
Namun, tekanan tetap datang dari sisi inflasi. Data menunjukkan inflasi konsumen AS melonjak pada Maret, tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Hal itu dipicu kenaikan harga minyak akibat perang serta dampak tarif yang masih berlanjut.
Kondisi inflasi yang tinggi ini berpotensi membatasi ruang The Fed untuk memangkas suku bunga. Padahal, dalam lingkungan suku bunga tinggi, daya tarik emas cenderung berkurang karena tidak memberikan imbal hasil.
Dari sisi permintaan fisik, pembelian emas di India mulai meningkat menjelang festival besar, meskipun harga yang tinggi masih menahan minat. Sementara itu, premi emas di China tercatat menyempit.
Adapun logam mulia lainnya bergerak variatif. Harga perak naik 1,42% dan ditutup di US$ 76,32 per ons.
sumber : investor.id
