Harga Emas Loncat Tinggi, Akibat Penutupan Sebagian Pemerintahan AS
Harga emas dunia loncat tinggi pada perdagangan Selasa (3/2/2026), setelah sempat tertekan dan menyentuh level terendah hampir satu bulan pada hari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah kekosongan rilis data ekonomi penting Amerika Serikat (AS) akibat penutupan sebagian pemerintahan federal.
Harga emas spot hari ini melonjak 4,45% ke level US$ 4.870,69 per ons saat berita ditulis Pukul 13.30 WIB. Sehari sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah hampir satu bulan. Meski demikian, logam mulia ini turun 17% dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 5.599,22 per ons yang dicapai pada 29 Januari 2026 lalu.
Dikutip dari Reuters, kenaikan harga emas terjadi setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS) mengumumkan bahwa laporan ketenagakerjaan Januari, yang biasanya menjadi indikator utama arah kebijakan moneter, tidak akan dirilis pekan ini.
Penundaan tersebut disebabkan oleh penutupan sebagian pemerintahan AS yang dimulai sejak Sabtu (1/2/2026), setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan pendanaan, termasuk untuk Departemen Tenaga Kerja.
Meski Senat AS telah meloloskan paket belanja pada Jumat (30/1/2026), Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) belum melakukan pemungutan suara karena sedang reses. Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan optimistis penutupan pemerintahan dapat berakhir dalam beberapa hari ke depan, dengan pemungutan suara dijadwalkan berlangsung Selasa waktu setempat.
Di sisi lain, dolar AS cenderung bertahan menguat pada Selasa, didukung data ekonomi AS yang relatif positif serta perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Penguatan dolar biasanya menjadi faktor penekan bagi harga emas, karena membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Namun demikian, pasar masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali pada 2026. Lingkungan suku bunga rendah cenderung menguntungkan emas, mengingat logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik dan perdagangan global. Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan kesepakatan dagang dengan India, yang mencakup pemangkasan tarif AS atas produk India menjadi 18% dari sebelumnya 50%.
Kesepakatan ini dicapai sebagai imbalan atas komitmen India menghentikan pembelian minyak Rusia serta menurunkan hambatan perdagangan.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menguat tajam. Harga perak spot melonjak 7,12% ke US$ 84,95 per ons, meski masih di bawah rekor tertingginya di US$ 121,61 per ons yang tercapai Kamis lalu.
sumber : investor.id
