Harga Emas Kokoh di $ 3.000 Jelang Rilis Suku Bunga AS

Harga emas kokoh di kisaran US$ 3.000 pada Senin (17/3/2025), setelah berhasil menembus level tersebut pekan lalu. Saat ini, pasar menantikan keputusan kebijakan The Fed dan perkembangan terkait tarif perdagangan.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot naik 0,3% dan ditutup di US$ 3.000,98 per ons, setelah mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 3.004,79 pada Jumat (14/3/2025).

Fokus investor tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru dari The Fed yang akan dirilis minggu ini. Laporan tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana bank sentral AS melihat dampak kebijakan Presiden Donald Trump terhadap ekonomi yang sebelumnya stabil.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Minggu (16/3/2025) menyatakan, tidak ada jaminan AS akan terhindar dari resesi, meskipun yang terjadi mungkin hanya berupa penyesuaian ekonomi.

“Saya memperkirakan harga emas akan mengalami konsolidasi. Saat ini, pasar berada dalam mode ‘menunggu dan melihat’ menjelang keputusan The Fed,” ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.

Para pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Rabu (19/3/2025), dengan pemangkasan berikutnya diperkirakan terjadi pada Juni. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diminati sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Data terbaru menunjukkan penjualan ritel AS pada Februari mengalami pemulihan yang lebih lemah dari perkiraan, menandakan pertumbuhan ekonomi yang moderat. Tarif impor dan pemutusan hubungan kerja pegawai federal turut membebani sentimen pasar.

“Jika data ekonomi terus melemah dan perang tarif global semakin intensif, emas akan terus diuntungkan,” tulis analis Heraeus Metals dalam sebuah catatan.

Sementara itu, Presiden Trump menyatakan akan berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (18/3/2025) untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot stagnan di US$ 33,78 per ons, palladium terkerek 0,2% ke US$967,27 per ons, dan platinum meningkat 1% menjadi US$ 1.002,60 per ons.


sumber : investor.id