Harga Emas Kembali Tertekan, Perpanjang Pelemahan Tiga Hari Berturut-turut
Harga emas dunia kembali tertekan pada perdagangan Rabu (8/7/2026), memperpanjang pelemahan menjadi tiga hari berturut-turut dan sempat menyentuh level terendah dalam sepekan.
Sentimen pasar memburuk setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik dengan Iran telah berakhir. Pernyataan itu memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Harga emas spot ditutup turun 0,65% menjadi $ 4.077,35 per troy ounce, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli 2026.
Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger, mengatakan pelemahan emas dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Faktor utama pergerakan hari ini adalah eskalasi ketegangan antara AS dan Iran. Dengan potensi gencatan senjata yang berakhir, berbagai aset berisiko diperdagangkan lebih rendah, termasuk emas,” ujar Meger dikutip dari Reuters.
Ketegangan memanas setelah Iran mengklaim menargetkan fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai respons atas serangan Washington terhadap target-target Iran, menyusul insiden serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Situasi tersebut mendorong harga minyak mentah melonjak lebih dari 5%.
Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi yang lebih tinggi dan mendorong bank sentral, termasuk The Fed, untuk kembali menaikkan suku bunga guna menekan tekanan harga. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) sehingga kurang menarik di lingkungan suku bunga tinggi.
Di sisi lain, risalah rapat The Fed pada 16-17 Juni menunjukkan para pejabat bank sentral semakin khawatir terhadap inflasi yang masih tinggi dan meluas. Bahkan, beberapa peserta rapat menilai ada alasan kuat untuk segera menaikkan suku bunga.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September mencapai 69%, meningkat dari 62% sehari sebelumnya.
Sementara itu, Bank of America (BofA) memangkas proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 sebesar 14% menjadi $ 4.360 per troy ounce karena sikap The Fed yang lebih agresif (hawkish). Meski demikian, bank tersebut masih melihat potensi harga emas mencapai $ 5.000 per troy ounce setelah siklus pengetatan moneter berakhir.
Adapun logam mulia lainnya juga bergerak melemah. Harga perak spot ambles 2,78% dan ditutup di $ 58,26 per troy ounce.
sumber : investor.id
