Harga Emas Jatuh, Imbas Data NFP AS dan Penghentian Pembelian Emas

Harga emas ambrol ke level terendah empat minggu setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS – Bureau of Labor Statistics) mengungkapkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat, dan disaat bersamaan Bank Rakyat China menghentikan pembelian logam emas.

Laporan terbaru Nonfarm Payrolls AS untuk bulan Mei mengungkapkan bahwa pasar tenaga kerja AS menambahkan lebih banyak orang ke dalam angkatan kerja, jauh melebihi perkiraan. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Nonfarm Payrolls bulan Mei meningkat sebesar 272.000, melampaui perkiraan 185.000 dan angka bulan April sebesar 165.000.

Laporan ini memicu spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu lebih lama. Peluang untuk pemotongan suku bunga The Fed pada bulan September turun dari 55% menjadi 47%.

Setelah data dirilis, XAU/USD memperpanjang penurunannya, yang dimulai selama sesi Asia pada hari Jumat. Berita bahwa Bank Rakyat China menghentikan pembelian bullion selama 18 bulan ikut membebani pergerakan harga logam mulia tersebut. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS meroket, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun naik 14 basis poin menjadi 4,43%, mendukung pergerakan Dolar AS.

Pelaku pasar beralih fokus ke data inflasi AS minggu ini dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed). Indeks Harga Konsumen (CPI) AS diperkirakan akan tetap stabil, tetapi percepatan kembali dapat memicu kerugian lebih lanjut untuk logam emas tersebut.


sumber : investing