Harga Emas Global Turun karena Investor Ambil Untung

Harga emas dunia melemah pada Jumat (30/1). Hal ini terjadi akibat aksi ambil untung investor setelah logam mulia tersebut mencetak rekor tertinggi baru. Meski demikian, emas masih berada di jalur kinerja bulanan terbaiknya dalam beberapa waktu terakhir, didukung oleh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Dilansir dari Reuters, harga emas spot terakhir tercatat turun 3,63% ke US$5.172,94. Sementara perak melemah 5,66% ke US$109,01 saat berita ini ditulis Pukul 14.15 WIB.

“Kami melihat aksi jual yang cukup tajam setelah logam mulia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dalam periode terbaru,” ujar Director of Metals Trading High Ridge Futures, David Meger.

Meski mengalami koreksi harian, harga emas spot masih menguat sekitar 24% sepanjang bulan ini. Hal itu mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah kondisi global yang tidak menentu.

UBS menaikkan proyeksi harga emas menjadi US$6.200. Hal itu didorong oleh permintaan lindung nilai, ekspektasi penurunan suku bunga, serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak adanya negosiasi terkait pengembangan nuklir dari Iran. Teheran merespons dengan ancaman balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Meger mengungkapkan bahwa perusahaan berencana mengalokasikan 10%–15% dari portofolio investasinya ke emas fisik, menandai meningkatnya minat institusi digital terhadap aset berwujud sebagai diversifikasi risiko.

Federal Reserve (The Fed) memutuskan menahan suku bunga. Investor kini menantikan pengumuman terkait pengganti dari Ketua The Fed Jerome Powell. Pasar memperkirakan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga pada Juni.


sumber : investing