Harga Emas Ditutup Menguat, Setelah Trump Batalkan Serangan Militer ke Iran

Harga emas (XAUUSD) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, setelah investor kembali memburu aset safe haven di tengah perubahan sentimen pasar global. XAUUSD diperdagangkan naik 3,43% dan ditutup di level $ 4.210,73 per troy ounce. Emas berhasil bangkit dari level terendah enam bulan dan mengakhiri sesi dengan kenaikan signifikan setelah dolar AS melemah serta imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turun.

Faktor utama yang mendukung penguatan emas berasal dari keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan membuka peluang tercapainya kesepakatan diplomatik baru di kawasan Timur Tengah. Meskipun kabar tersebut meredakan risiko geopolitik secara langsung, pasar justru merespons dengan pelemahan dolar AS dan penurunan yield Treasury, dua faktor yang secara historis sangat positif bagi harga emas.

Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan dukungan terhadap logam mulia. Klaim pengangguran mingguan AS tercatat lebih tinggi dari ekspektasi pasar, memunculkan kekhawatiran bahwa momentum pertumbuhan ekonomi mulai melambat. Pada saat yang sama, investor menilai Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan berikutnya meskipun tekanan inflasi masih relatif tinggi. Kondisi ini mendorong investor mengalihkan sebagian dana ke emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.

Dari sisi mata uang, indeks dolar AS mengalami tekanan setelah pasar menilai meredanya risiko konflik Timur Tengah dapat mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset aman. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih murah bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan fisik maupun investasi terhadap logam mulia tersebut. Bersamaan dengan itu, penurunan yield obligasi AS juga mengurangi opportunity cost kepemilikan emas yang tidak memberikan bunga.

Meskipun data Producer Price Index (PPI) AS menunjukkan kenaikan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, pasar lebih fokus pada dampak pelemahan dolar dan turunnya imbal hasil obligasi. Kombinasi faktor-faktor tersebut berhasil mengimbangi kekhawatiran mengenai kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat di masa depan, sehingga mendorong harga emas mempertahankan penguatannya hingga penutupan perdagangan.

Menurut Ryan McKay, Commodity Strategist dari TD Securities, pasar emas masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa apabila proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran benar-benar menghasilkan kesepakatan yang kredibel, harga emas berpotensi menemukan stabilitas baru setelah volatilitas tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Namun selama ketidakpastian masih ada, minat investor terhadap aset safe haven seperti emas diperkirakan tetap kuat.

Secara keseluruhan, penguatan emas dipicu oleh kombinasi pelemahan dolar AS, penurunan yield Treasury, meningkatnya minat terhadap aset safe haven, serta respons pasar terhadap perkembangan geopolitik Timur Tengah. Selama faktor-faktor tersebut masih mendominasi sentimen pasar, XAUUSD berpotensi mempertahankan volatilitas tinggi dengan kecenderungan tetap menarik bagi investor yang mencari perlindungan nilai di tengah ketidakpastian global.


sumber : reuters