Harga Emas Ditutup Menguat, Didorong Pelemahan Dolar dan Turunnya Yield Obligasi AS

Harga Emas (XAUUSD) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, didorong oleh pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) serta penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat. Spot gold tercatat naik lebih dari 0,92% dan ditutup di US$4.475,12 per troy ounce. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut.

Salah satu faktor utama yang mendukung kenaikan emas adalah meredanya tekanan di pasar energi setelah muncul optimisme mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan yang lebih luas terkait konflik Timur Tengah. Harapan terhadap gencatan senjata dan kemajuan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran memicu penurunan harga minyak lebih dari 3%. Turunnya harga minyak membantu menekan ekspektasi inflasi jangka pendek sehingga mendorong penurunan yield obligasi AS, yang pada akhirnya menguntungkan aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Selain itu, investor juga mulai melakukan reposisi menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payrolls) yang dijadwalkan pada hari berikutnya. Pasar menilai bahwa jika data tenaga kerja menunjukkan perlambatan ekonomi, maka peluang Federal Reserve untuk mengambil sikap yang lebih akomodatif akan meningkat. Ekspektasi tersebut mendorong permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas, sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter.

Dari sisi permintaan jangka panjang, prospek emas juga tetap ditopang oleh tren diversifikasi cadangan devisa global. Laporan terbaru menunjukkan bahwa emas telah melampaui obligasi pemerintah AS sebagai salah satu aset cadangan utama bank sentral dunia. Di saat yang sama, konsultan Metals Focus memperkirakan permintaan investasi fisik emas pada tahun 2026 akan mencapai level tertinggi sejak 2013, mencerminkan masih kuatnya minat investor terhadap logam mulia sebagai aset pelindung nilai.

Menurut David Meger, Direktur Perdagangan Logam di perusahaan investasi berjangka High Ridge Futures, pelemahan yield Treasury menjadi faktor penting yang mendukung pemulihan harga emas. Ia menjelaskan bahwa pasar mendapatkan “reprieve” atau jeda dari kenaikan yield yang sebelumnya membebani logam mulia, sehingga emas mampu bangkit dari area terendahnya. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pergerakan yield dan ekspektasi suku bunga The Fed masih menjadi katalis utama bagi arah harga emas dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, penguatan XAUUSD pada 4 Juni 2026 dipicu oleh kombinasi pelemahan dolar AS, turunnya yield obligasi pemerintah AS, meredanya tekanan geopolitik yang menekan harga minyak, serta meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve dapat mengambil kebijakan yang lebih dovish apabila data ekonomi AS menunjukkan perlambatan. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data ketenagakerjaan AS dan komentar pejabat The Fed yang berpotensi menentukan arah pergerakan emas dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.


sumber : reuters