Harga Emas Ditutup Melemah, Catatkan Penurunan Mingguan
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (10/7/2026) dan mencatatkan penurunan mingguan setelah kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Harga emas spot ditutup turun 0,37% menjadi $ 4.108,4 per troy ounce. Secara mingguan, logam mulia ini telah terkoreksi sekitar 1,35%.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek mengatakan, pasar saat ini kembali mencermati meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
“Faktor utama saat ini adalah kembali memanasnya ketegangan antara AS dan Iran. Investor tampaknya enggan mempertahankan posisi di emas dan perak, sehingga harga emas bergerak turun ke kisaran $4.100 per troy ounce,” kata Melek dikutip dari Reuters.
Ketegangan geopolitik tersebut juga memicu reli harga minyak. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memperingatkan bahwa eskalasi konflik AS-Iran dapat menggagalkan proyeksi surplus pasokan minyak global pada tahun depan.
Kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat spekulasi bahwa bank sentral, terutama The Fed, akan mempertahankan kebijakan moneter ketat atau bahkan kembali menaikkan suku bunga.
Meski emas kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil.
“Semua indikasi menunjukkan pasar khawatir terhadap inflasi, terutama karena harga minyak kembali menguat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini akan membuat bank sentral, khususnya The Fed, tetap waspada,” ujar Melek.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 69% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang.
Risalah rapat The Fed bulan Juni juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cenderung hawkish di kalangan pejabat bank sentral AS seiring kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi.
Pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS pekan depan serta kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.
Di pasar fisik, emas diperdagangkan dengan diskon yang cukup besar di India, sementara permintaan di China tetap stabil setelah bank sentral negara tersebut melaporkan kenaikan cadangan emas bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun pada Juni lalu.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,45% dan ditutup di $ 59,67 per troy ounce.
sumber : investor.id
