Harga Emas Ditutup Anjlok, Akibat Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah

Harga emas dunia ditutup anjlok pada perdagangan Selasa (7/7/2026) waktu setempat seiring kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pelaku pasar juga menanti risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang diharapkan memberi petunjuk arah suku bunga ke depan.

Harga emas spot ditutup anjlok 1,43% menjadi $ 4.105,76 per troy ounce.

Sehari sebelumnya, emas sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.

Namun, Wakil Presiden sekaligus Senior Metal Strategist Zaner Metals Peter Grant menilai, fokus utama The Fed masih tertuju pada upaya menekan inflasi.

“Saya pikir kenyataannya mulai terlihat bahwa The Fed masih sangat fokus mengendalikan inflasi. Karena itu, skenario suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama masih menjadi yang paling mungkin,” ujar Grant dikutip dari Reuters.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada September.

Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat kebijakan The Fed bulan Juni yang akan dirilis pada Rabu (8/7/2026) waktu setempat. Dokumen tersebut diperkirakan memberikan gambaran lebih jelas mengenai pandangan para pejabat bank sentral terhadap inflasi dan arah kebijakan moneter.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah dua kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Iran juga menyatakan tidak akan melanjutkan pembicaraan damai sebelum Presiden AS Donald Trump menghentikan ancaman untuk kembali melancarkan perang.

Perkembangan tersebut mendorong harga minyak naik dan memicu kekhawatiran inflasi akibat potensi kenaikan harga energi. Kondisi itu menjadi sentimen negatif bagi emas karena suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, bank sentral China melanjutkan akumulasi cadangan emas untuk bulan ke-20 berturut-turut. Hingga akhir Juni, cadangan emas negara tersebut meningkat menjadi 75,44 juta troy ounce, dibandingkan 74,96 juta troy ounce pada akhir Mei 2026.

Di Asia, Hong Kong juga meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas serta menghidupkan kembali perdagangan kontrak berjangka emas sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan logam mulia di kawasan.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot ambrol 3,37% dan ditutup di $ 59,95 per troy ounce.


sumber : investor.id