Harga Emas dan Perak Menggila, Kompak Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Harga emas benar-benar menggila. Logam mulia ini menembus rekor baru di atas US$ 4.600 per ons pada perdagangan Senin (12/1/2026), sementara harga perak ikut mencetak puncak tertinggi, seiring investor global berbondong-bondong meninggalkan aset berisiko dan memburu safe haven.

Dikutip dari CNBC internasional, lonjakan tersebut dipicu meningkatnya ketidakpastian akibat penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Harga emas melonjak 1,84% dan ditutup di ke level US$ 4.597,34 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.629,99 per ons.

“Tingkat ketidakpastian yang tinggi secara langsung mendukung pasar emas, dan setiap minggu tampaknya muncul area ketidakpastian baru,” ungkap Kepala Riset Komoditas Global di Societe Generale Michael Haigh.

Emas sebelumnya juga mencatat performa luar biasa sepanjang tahun lalu, dengan kenaikan lebih dari 64%, rekor terbaik sejak 1979, sementara perak mencatat lonjakan tertinggi sepanjang sejarah dengan keuntungan sekitar 146,8%.

Ketegangan politik memanas setelah pemerintahan Trump meningkatkan tekanan terhadap The Fed, bahkan mengancam akan mendakwa Powell terkait komentarnya tentang proyek renovasi gedung bank sentral, tindakan yang disebut Powell sebagai ‘alasan pretekstual’ untuk memaksakan pemangkasan suku bunga yang diinginkan Trump.

Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei mendatang, dan menurut laporan media, pemerintah AS tengah mempertimbangkan wawancara dengan Rick Rieder dari BlackRock sebagai calon pengganti.

The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan 27–28 Januari 2026, setelah memangkasnya sebesar 75 basis poin tahun lalu. Meskipun demikian, pasar masih memproyeksikan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga tambahan sepanjang tahun ini, yang semakin mendorong minat terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik juga terus tinggi, termasuk respons AS terhadap aksi keras mematikan terhadap demonstran di Iran, serta langkah Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan ide aneksasi Greenland yang turut menambah tekanan pasar.

Kenaikan tajam juga terjadi pada harga perak sebesar 6,35% dan ditutup di US$ 85,11 per ons, setelah sempat mencapai rekor tertinggi di sekitar US$ 86,22 per ons.

Manajer Dana Emas dan Perak di Jupiter Asset Management Ned Naylor-Leyland mengatakan, harga emas dan perak bergerak bersama. “Namun, perak cenderung lebih sensitif terhadap arus modal masuk dan keluar di pasar, sehingga pergerakannya bisa lebih tajam,” ucapnya.


sumber : investor.id