Harga Emas dan Perak Kembali Melonjak, Sinyal Pemangkasan The Fed Menguat
Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada Jumat (13/2/2026), didorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini memicu kembali harapan pasar bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga tahun ini.
Dikutip dari CNBC internasional, data tersebut juga menenangkan kekhawatiran dari data ketenagakerjaan yang sebelumnya lebih kuat dari ekspektasi.
Harga emas spot melejit 2,25% dan ditutup di US$ 5.032,39 per ons. Kenaikan ini menjadi rebound signifikan setelah emas sempat anjlok sekitar 3% sehari sebelumnya, yang merupakan level terendah dalam hampir sepekan.
Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan emas, terutama perak, mengalami relief rally setelah data inflasi Januari yang lebih lemah membantu meredakan kekhawatiran pasar.
“Data inflasi yang lebih rendah meredakan tekanan setelah laporan ketenagakerjaan yang kuat sebelumnya,” ujarnya dikutip dari CNBC internasional.
Data dari US Department of Labor menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,2% pada Januari, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,3%. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,3% pada Desember.
Inflasi yang lebih terkendali memperkuat ekspektasi bahwa The Fed memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Berdasarkan data yang dihimpun London Stock Exchange Group (LSEG), pelaku pasar kini memperkirakan total pemangkasan suku bunga mencapai 63 basis poin sepanjang tahun ini, dengan pemangkasan pertama diproyeksikan terjadi pada Juli.
Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Di sisi lain, permintaan emas fisik di China tetap kuat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Sebaliknya, pasar emas di India justru mengalami diskon, mencerminkan melemahnya permintaan di tengah harga yang tinggi.
Analis ANZ bahkan menaikkan proyeksi harga emas kuartal II menjadi US$ 5.800 per ons dari sebelumnya US$ 5.400 per ons. Mereka menilai emas semakin diminati sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Namun, ANZ mengingatkan bahwa reli perak berpotensi melambat karena pembeli sektor industri mulai menahan diri akibat harga yang semakin mahal.
Selain emas, harga perak spot melonjak 2,29% dan ditutup di US$ 76,97 per ons, setelah sempat merosot tajam pada hari sebelumnya.
sumber : investor.id
