Harga Emas Bertahan di Area Tinggi, Pasar Menanti Sinyal Kebijakan The Fed

Harga emas (XAUUSD) bergerak terbatas setelah mencatat kenaikan moderat pada hari Kamis dan masih berada di bawah level tertinggi sejak 14 Mei 2026 yang dicapai pada awal pekan. XAUUSD diperdagangkan naik 0,29% ke level US$4.607,88 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.25 WIB. Para pelaku pasar cenderung menahan diri untuk mengambil posisi agresif sambil menunggu pidato Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole pada hari Jumat. Pernyataan tersebut akan menjadi perhatian utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS dan memengaruhi pergerakan Dolar AS (USD), yang pada akhirnya turut menentukan arah emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Dari sisi fundamental, data inflasi AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa tekanan harga masih cukup persisten. Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) tercatat 3,7% secara tahunan hingga Juli, lebih tinggi dari ekspektasi, sementara PCE inti berada di 3,3% sesuai perkiraan. Kondisi tersebut dapat memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat atau bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga setidaknya sekali hingga akhir tahun. Jika The Fed memberikan sinyal hawkish, USD berpotensi menguat dan memberikan tekanan terhadap harga emas.

Namun, kenaikan imbal hasil obligasi AS yang seharusnya mendukung USD masih tertahan oleh strategi pembelian kembali obligasi pemerintah AS. Selain itu, perkembangan positif terkait potensi penyelesaian konflik AS–Iran dan kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz turut membatasi penguatan USD. Iran dan Oman disebut telah menyepakati rute maritim sementara bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, sementara terdapat laporan mengenai kemungkinan kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi karena pembukaan penuh Selat Hormuz bergantung pada pemenuhan sejumlah komitmen dalam kesepakatan damai.

Secara teknikal, prospek emas masih cenderung bullish selama harga mampu bertahan di atas area US$4.525–US$4.515 yang merupakan pertemuan SMA 200-hari dan Fibonacci retracement 38,2% dari penurunan Maret–Juni. Indikator MACD masih berada di wilayah positif, menunjukkan momentum kenaikan tetap terjaga. Namun, RSI berada di 68,21 dan mendekati wilayah jenuh beli, sehingga ruang kenaikan dalam jangka pendek mulai terbatas dan risiko konsolidasi atau koreksi perlu diperhatikan.

Untuk skenario bullish, harga emas perlu menembus dan bertahan di atas US$4.700 sebelum membuka peluang kenaikan menuju US$4.861,14, kemudian US$5.107,11 dan area tertinggi siklus di sekitar US$5.420,42. Sebaliknya, apabila terjadi koreksi, area US$4.525–US$4.515 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. Penembusan ke bawah area tersebut dapat membuka ruang menuju US$4.301,87, sebelum menguji level struktural di sekitar US$3.956,35. Dengan demikian, arah emas selanjutnya akan sangat bergantung pada sinyal kebijakan The Fed, pergerakan USD, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah.


sumber : fxstreet