Harga Emas Bergerak Terbatas, Level US$4.300 Jadi Penentu Arah
Harga emas (XAUUSD) kesulitan melanjutkan pemulihan setelah rebound moderat dari bawah US$4.300 pada hari Jumat dan kini bergerak dalam rentang sempit pada awal pekan. XAUUSD diperdagangkan turun 0,4% ke level US$4.330,33 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.35 WIB di hari Senin. Pelaku pasar cenderung menahan posisi baru menjelang rangkaian keputusan bank sentral utama, yakni Federal Reserve (The Fed) pada Rabu, Bank of England (BoE) pada Kamis, dan Bank of Japan (BoJ) pada Jumat. Ekspektasi bahwa bank-bank sentral tersebut dapat mempertahankan sikap relatif hawkish, terutama akibat risiko inflasi dari harga energi yang tinggi, menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga minyak mentah masih berada di dekat level tertinggi sejak 21 Mei 2026 akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan risiko gangguan di Selat Hormuz. Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim menggunakan drone dan rudal untuk menyerang pangkalan militer di Arab Saudi bagian selatan. Selain itu, pertemuan regional antara negara-negara Teluk dan Iran mengenai Selat Hormuz ditunda, sehingga solusi terhadap gangguan jalur pelayaran masih belum jelas. Kondisi tersebut mempertahankan premi risiko geopolitik dan berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan inflasi global.
Dari Amerika Serikat, data PPI dan CPI yang lebih tinggi pada pekan lalu memperkuat persepsi bahwa tekanan inflasi masih persisten. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan probabilitas lebih dari 85% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada akhir pertemuan dua hari Rabu. Ekspektasi tersebut mendorong USD kembali mendekati level tertinggi satu pekan yang dicapai Jumat. Penguatan USD dan meningkatnya ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi menciptakan tekanan terhadap emas, sehingga secara fundamental jalur XAUUSD masih cenderung mengarah ke bawah.
Namun, tekanan bearish terhadap emas belum sepenuhnya bersifat satu arah. Presiden AS Donald Trump terus mendorong The Fed agar mempertahankan suku bunga atau bahkan menurunkannya, dengan menilai bahwa AS seharusnya memiliki suku bunga yang lebih rendah. Pernyataan tersebut dapat membatasi penguatan USD apabila pasar menilai tekanan politik terhadap The Fed berpotensi memengaruhi prospek kebijakan ke depan. Karena itu, meskipun fundamental saat ini mendukung penurunan emas, trader sebaiknya tidak terburu-buru mengambil posisi bearish agresif sebelum terdapat konfirmasi teknikal yang lebih kuat.
Secara keseluruhan, bias XAUUSD masih bearish dalam jangka pendek, tetapi level US$4.300 menjadi area konfirmasi yang sangat penting. Penembusan dan penerimaan harga secara meyakinkan di bawah US$4.300 dapat membuka ruang bagi penurunan yang lebih dalam. Sebaliknya, selama emas mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound masih terbuka meskipun kemungkinan akan menghadapi tekanan jual. Dengan latar belakang USD yang relatif kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta risiko inflasi akibat harga minyak, setiap pemulihan XAUUSD berpotensi menjadi kesempatan jual selama harga belum menunjukkan pembalikan bullish yang jelas.
sumber : fxstreet
