Harga Emas Bangkit, Ditopang Pelemahan Dolar dan Redanya Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Harga emas dunia berhasil bangkit pada perdagangan Jumat (26/6/2026), setelah sempat melemah pada awal perdagangan. Penguatan itu ditopang dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed sedikit mereda.

Dikutip dari Reuters, namun, pemulihan tersebut belum mampu menghapus tekanan yang membayangi emas dan masih mencatat penurunan mingguan untuk empat pekan berturut-turut.

Harga emas spot ditutup melesat 1,11% menjadi $ 4.071,42 per troy ounce. Namun, sepanjang pekan ini, emas mencatatkan pelemahan sebesar 1,68%.

Penguatan emas dipicu pelemahan indeks dolar AS setelah rilis data inflasi pilihan The Fed, yakni Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index. Inflasi PCE tercatat naik 4,1% secara tahunan pada Mei, sesuai dengan perkiraan ekonom.

Data tersebut membuat pasar sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga turun menjadi sekitar 59%, dari sebelumnya 64%.

“Emas sedang mengalami rebound moderat setelah mendapat tekanan jual pada awal pekan,” ujar analis American Gold Exchange Jim Wyckoff.

Meski demikian, prospek emas belum sepenuhnya membaik. Kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang ketat masih menjadi ancaman utama karena meningkatkan imbal hasil obligasi dan aset berbunga, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Tekanan tersebut terlihat dari kinerja mingguan emas. Sepanjang pekan ini, harga emas sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh bulan dan masih mencatat pelemahan sekitar 2,1% secara mingguan.

Analis TD Securities juga memperingatkan, reli harga minyak dunia berpotensi menjadi hambatan baru bagi emas. Secara historis, penguatan harga energi dan dolar AS cenderung menekan harga logam mulia. Jika tren kenaikan minyak berlanjut, ruang penguatan emas diperkirakan akan semakin terbatas dalam beberapa bulan ke depan.

Dari sisi permintaan fisik, pasar India mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Emas diperdagangkan dengan premi untuk pertama kalinya dalam sekitar satu setengah bulan setelah koreksi harga mendorong kembali minat beli. Sebaliknya, permintaan di China, konsumen emas terbesar dunia, masih relatif lesu.

Sementara itu, logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak melonjak 1,85% dan ditutup di $ 58,89 per troy ounce.


sumber : investor.id