Harga Emas Anjlok, Seiring Kekhawatiran Inflasi yang Tinggi

Harga emas dunia anjlok 1% pada perdagangan awal pekan, Senin (1/6/2026). Pelemahan itu seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang justru memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Harga emas spot ditutup jatuh 1,34% ke level US$ 4.484,66 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Dikutip dari Reuters, penguatan dolar AS turut menekan logam mulia, karena membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor dengan mata uang lain.

“Ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi dalam waktu lebih lama akan terus menekan emas, kecuali imbal hasil obligasi berhenti naik dan mulai stabil atau turun,” ujar analis pasar Jim Wyckoff dari American Gold Exchange.

Dari sisi geopolitik, Iran dilaporkan menyerang pangkalan militer AS sebagai respons atas serangan AS terhadap target militer Iran pada akhir pekan. Namun, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dengan ‘kecepatan tinggi’.

Kenaikan harga minyak akibat konflik tersebut turut memperkuat kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya dapat mendorong bank sentral mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 54% untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga AS hingga akhir tahun. Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai inflasi, daya tariknya cenderung menurun dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini menantikan rangkaian data tenaga kerja AS pekan ini serta pernyataan sejumlah pejabat The Fed untuk mencari arah kebijakan berikutnya.

“Begitu situasi geopolitik stabil dan dampak lonjakan energi mereda, investor akan kembali fokus pada tema struktural yang menopang tren bullish emas dalam beberapa tahun terakhir,” kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Hansen menambahkan, bank sentral global diperkirakan tetap menjadi pembeli bersih emas dalam setahun ke depan.

Selain emas, harga perak tercatat turun 0,55% dan ditutup di level US$ 74,81 per troy ounce.


sumber : investor.id