Geopolitik dan Stok AS Mendorong Lonjakan Harga Minyak ke Level Tertinggi
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengalami lonjakan signifikan pada penutupan bulan April 2026. WTI diperdagangkan naik 0,27% di level $108,71 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB pada hari Kamis. Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran serius akan gangguan pasokan global. Pasar bereaksi terhadap risiko terhambatnya arus logistik di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia, sehingga menciptakan sentimen bullish yang sangat kuat di kalangan investor.
Dari sisi domestik Amerika Serikat, laporan mingguan dari Energy Information Administration (EIA) turut memperparah kondisi pengetatan pasar. Stok minyak mentah komersial AS dilaporkan turun tajam sebesar 6,2 juta barel, jauh melampaui ekspektasi pasar. Penurunan ini didorong oleh rekor ekspor minyak AS yang mencapai lebih dari 6 juta barel per hari, menandakan bahwa permintaan global terhadap minyak mentah Amerika tetap tinggi di tengah ketidakpastian pasokan dari kawasan lain.
Kondisi fundamental semakin diperketat dengan penurunan stok produk turunan seperti bensin dan distilat. Persediaan bensin turun sekitar 6,1 juta barel, sementara stok distilat berada 11% di bawah rata-rata lima tahun untuk periode ini. Penurunan inventaris yang menyeluruh ini mencerminkan aktivitas kilang yang tetap tinggi (dengan utilitas kapasitas mencapai 89,6%) namun tetap kesulitan mengimbangi laju permintaan musiman yang mulai meningkat menjelang musim berkendara.
Di sisi lain, aliansi OPEC+ terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga melalui manajemen pasokan yang ketat. Meskipun sempat terjadi dinamika internal terkait keputusan keanggotaan beberapa negara, produsen utama seperti Arab Saudi dan Rusia tetap berpegang pada pengurangan produksi sukarela. Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan awal Mei untuk melihat apakah aliansi ini akan mulai melonggarkan pembatasan atau tetap mempertahankan kebijakan konservatif guna menopang harga di atas level psikologis $100.
Secara keseluruhan, pasar WTI saat ini berada dalam fase volatilitas tinggi yang didominasi oleh premi risiko geopolitik dan penipisan cadangan energi di pusat penyimpanan utama seperti Cushing, Oklahoma. Meskipun proyeksi permintaan global untuk tahun 2026 masih menunjukkan perdebatan antara pertumbuhan moderat dari negara non-OECD dan potensi perlambatan di negara maju, faktor pasokan yang terbatas saat ini menjadi penggerak utama yang menjaga tren harga tetap berada di jalur pendakian.
sumber : reuters
