GBPUSD Menguat, Setelah Positifnya Data Ekonomi Inggris
Pound Sterling (GBP) menguat terhadap Dolar AS (USD), dengan pasangan GBPUSD naik ke level 1,3524 setelah data ekonomi Inggris menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari perkiraan. Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa perekonomian Inggris tumbuh 0,4% pada Juli, meningkat dari 0,3% pada Juni dan melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan stagnan. Data tersebut memberikan dukungan terhadap Pound karena menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Inggris masih relatif solid meskipun pasar menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter Bank of England (BoE).
Momentum positif juga terlihat pada sektor industri. Produksi Industri Inggris meningkat 0,2% pada Juli, sementara pasar sebelumnya memperkirakan penurunan dengan tingkat yang sama. Lebih kuat lagi, Produksi Manufaktur tumbuh 0,9%, jauh di atas estimasi 0,2%. Kombinasi pertumbuhan PDB dan output industri yang lebih baik dari perkiraan memperkuat sentimen terhadap GBP dan berpotensi membuat pasar mempertimbangkan kembali ekspektasi penurunan suku bunga BoE dalam beberapa waktu ke depan.
Perhatian berikutnya akan tertuju pada pekan depan yang berpotensi menghadirkan volatilitas tinggi bagi Pound. Inggris akan merilis data ketenagakerjaan untuk periode tiga bulan hingga Juli serta CPI Agustus sebelum keputusan kebijakan BoE pada Kamis. Saat ini, pasar memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga di 3,75%, tetapi data ekonomi yang lebih kuat atau inflasi yang kembali meningkat dapat mengurangi ruang bagi pelonggaran kebijakan. Deutsche Bank memperkirakan inflasi utama Inggris kembali meningkat secara moderat, dengan CPI diproyeksikan mencapai sekitar 3,04% secara tahunan, meskipun CPI inti diperkirakan sedikit turun menjadi 2,53%.
Di sisi AS, GBPUSD menghadapi katalis penting dari CPI Amerika Serikat untuk Agustus yang dijadwalkan dirilis pada pukul 19.30 WIB. Data tersebut akan menjadi salah satu indikator utama bagi prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi pasar terhadap sikap The Fed bahkan kembali menjadi lebih hawkish setelah PPI AS Agustus menunjukkan hasil lebih tinggi dari perkiraan. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan pekan depan meningkat menjadi 72,4%, dari 61,2% sebelum rilis PPI, sehingga penguatan USD berpotensi membatasi kenaikan GBPUSD.
Secara keseluruhan, bias GBPUSD saat ini cenderung bullish, didukung oleh data ekonomi Inggris yang lebih kuat dari perkiraan, tetapi penguatan masih menghadapi risiko dari USD yang semakin didukung oleh ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish. Area 1,3518 menjadi level penting untuk melihat keberlanjutan momentum bullish. Penembusan dan bertahannya harga di atas area tersebut dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut, terutama jika CPI AS lebih rendah dari perkiraan. Sebaliknya, CPI AS yang lebih tinggi dapat memperkuat USD dan memicu koreksi GBPUSD. Untuk pekan depan, kombinasi data tenaga kerja Inggris, CPI Inggris, keputusan BoE, dan CPI AS akan menjadi katalis utama bagi arah Pound.
sumber : fxstreet
