GBPUSD Bertahan, Inflasi Inggris Menguat Jelang Keputusan BoE dan The Fed

Pound Inggris (GBP) bergerak menguat tipis terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, meskipun pasangan GBPUSD kembali turun ke sekitar 1,3480 setelah sempat menyentuh area 1,3500 menyusul rilis data inflasi Inggris bulan Agustus. Secara mingguan, Pound masih melemah sekitar 0,3% karena pasar bersiap menghadapi keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed), sementara Bank of England (BoE) diperkirakan mempertahankan suku bunganya pada hari Kamis. Pergerakan GBPUSD masih cenderung terbatas karena investor menunggu serangkaian keputusan bank sentral yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.

Data dari Kantor Statistik Nasional Inggris menunjukkan inflasi konsumen meningkat menjadi 0,5% secara bulanan pada Agustus, dibandingkan 0,3% pada Juli. Secara tahunan, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat menjadi 3,1% dari 2,9%, sedangkan IHK inti bertahan di 2,6%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Tekanan inflasi juga terlihat pada tingkat produsen. PPI input meningkat menjadi 6,1% secara tahunan dari 4,9% pada Juli, lebih tinggi dari konsensus 5,4%, sementara PPI output naik menjadi 3,7% dari 3,1% dan melampaui perkiraan 3,3%. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga di Inggris masih cukup kuat, meskipun belum mengubah ekspektasi utama terhadap keputusan BoE.

BoE secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di 3,75% pada Kamis. Komite Kebijakan Moneter diperkirakan masih menunjukkan perbedaan pandangan mengenai arah kebijakan berikutnya, tetapi komentar Gubernur BoE Bailey yang sebelumnya menepis anggapan bahwa kenaikan suku bunga merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan telah mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan dalam waktu dekat. Oleh karena itu, investor akan mencermati hasil pemungutan suara anggota MPC serta pernyataan kebijakan untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan perubahan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Di Amerika Serikat, perhatian pasar tertuju pada keputusan The Fed yang secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu. Kombinasi laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus yang kuat dan data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan telah meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter. Pasar berjangka kini memperhitungkan peluang sekitar 92% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan ini dan sekitar 70% peluang setidaknya satu kenaikan tambahan sebelum akhir tahun. Mengingat Ketua The Fed Kevin Warsh cenderung tidak memberikan panduan ke depan secara eksplisit, perhatian investor akan tertuju pada proyeksi suku bunga atau dot plot untuk memperoleh gambaran mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Secara keseluruhan, GBPUSD masih menghadapi tekanan fundamental, meskipun inflasi Inggris yang lebih tinggi memberikan dukungan terhadap Pound. TD Securities memperkirakan dot plot The Fed berpotensi menunjukkan jumlah kenaikan suku bunga yang lebih sedikit dibandingkan ekspektasi pasar saat ini. Jika proyeksi tersebut benar dan The Fed memberikan sinyal yang tidak seketat perkiraan, USD berpotensi mengalami pelemahan spontan sehingga memberikan ruang bagi GBPUSD untuk rebound. Sebaliknya, apabila dot plot menunjukkan jalur pengetatan yang lebih agresif, tekanan terhadap Pound dapat kembali meningkat. Area 1,3500 menjadi level penting untuk diperhatikan, sementara 1,3480 dan level terendah sebelumnya menjadi area yang perlu dipantau apabila tekanan jual kembali menguat.


sumber : fxstreet