EURUSD Stabil di Atas 1,1600, Pasar Menanti Data CPI AS

Pasangan EURUSD bergerak relatif datar pada perdagangan Selasa. Euro sempat mendapatkan dukungan dari data Neraca Perdagangan Jerman yang lebih kuat dari perkiraan, sementara Dolar AS masih berada di bawah tekanan menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat pada Jumat. Kondisi tersebut membuat EURUSD mampu bertahan di atas level psikologis 1,1600 dan kembali mendekati batas atas kisaran perdagangan pekan sebelumnya di sekitar 1,1640. Pelaku pasar cenderung menahan posisi agresif sambil menunggu katalis fundamental yang lebih kuat.

Data perdagangan Jerman menunjukkan surplus sebesar €21,3 miliar pada Juli, lebih tinggi dari ekspektasi €16 miliar dan meningkat dibandingkan surplus €15,4 miliar pada Juni. Namun, rincian data menunjukkan ekspor turun 0,8%, sementara impor merosot lebih tajam sebesar 5,7%. Penurunan impor tersebut membantu memperlebar surplus perdagangan, tetapi pada saat yang sama menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan Jerman masih menghadapi tekanan. Sebelumnya, data ekonomi Zona Euro juga memberikan sinyal beragam, dengan penurunan tak terduga Produksi Industri Jerman mengimbangi revisi naik pertumbuhan PDB kuartal kedua. Meski demikian, kondisi tersebut belum mengubah ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan pekan ini.

Dari sisi fundamental, Euro menghadapi risiko dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Iran mengancam akan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk, termasuk fasilitas minyak dan gas Amerika Serikat, jika terjadi serangan baru terhadap asetnya. Ancaman tersebut mengurangi harapan penyelesaian konflik dalam waktu dekat, sementara Selat Hormuz masih menghadapi gangguan sebagai jalur strategis perdagangan energi global. Kondisi ini mendorong harga minyak Brent menembus US$96 per barel dan berpotensi memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Zona Euro yang sangat bergantung pada impor energi. Kenaikan harga energi juga dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memperburuk prospek ekonomi kawasan.

Sementara itu, Dolar AS memperoleh dukungan terbatas dari laporan NFP terbaru yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Namun, data tersebut dinilai belum cukup untuk menciptakan tren penguatan USD yang berkelanjutan. Pasar kini menunggu data Consumer Price Index (CPI) AS pada Jumat sebagai indikator penting untuk mengukur tekanan inflasi dan menentukan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed). Menurut OCBC, data tenaga kerja yang solid menjaga risiko pengetatan The Fed tetap terbuka, tetapi pasar membutuhkan bukti inflasi yang lebih kuat sebelum meningkatkan keyakinan terhadap kenaikan suku bunga September. CPI yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memberikan katalis baru bagi penguatan USD, sedangkan angka yang lebih rendah dapat kembali menekan Dolar AS.

Secara keseluruhan, bias EURUSD masih cenderung netral dengan kecenderungan bullish terbatas selama harga bertahan di atas 1,1600. Resistance penting berada di sekitar 1,1640, yang menjadi batas atas kisaran perdagangan pekan sebelumnya. Penembusan dan penutupan yang kuat di atas level tersebut dapat membuka peluang penguatan menuju resistance berikutnya, sementara kegagalan menembus 1,1640 dan penurunan di bawah 1,1600 akan meningkatkan risiko koreksi ke level yang lebih rendah. Dengan demikian, area 1,1600–1,1640 menjadi zona kunci, sedangkan keputusan ECB dan terutama data CPI AS akan menjadi katalis utama yang berpotensi menentukan arah EURUSD dalam jangka pendek.


sumber : fxstreet