EURUSD Menguat Tipis, Pasar Nantikan Keputusan ECB
Euro (EUR) bergerak menguat tipis terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Kamis, tetapi sejauh ini masih tertahan di bawah level tertinggi hari Rabu di sekitar 1,1652. Penguatan EURUSD menghadapi tantangan dari sentimen risk-off yang dipicu oleh harga minyak yang tinggi serta kenaikan imbal hasil obligasi global. Kondisi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter European Central Bank (ECB) yang akan dirilis hari ini, terutama karena pasar ingin melihat apakah arah kebijakan ECB akan memberikan dukungan lanjutan bagi Euro.
ECB secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga Deposit Facility meningkat dari 2,25% menjadi 2,50%. Namun, perhatian utama pasar kemungkinan bukan hanya tertuju pada keputusan tersebut, melainkan pada konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde. Investor akan mencari petunjuk mengenai jalur suku bunga selanjutnya, terutama di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat konflik Timur Tengah yang mendorong harga energi. Sikap ECB yang lebih hawkish berpotensi memperkuat EUR, sedangkan sinyal bahwa kenaikan suku bunga dapat segera berakhir berpotensi membatasi penguatan Euro.
Dari kawasan Euro, data inflasi Jerman memberikan dampak yang relatif terbatas terhadap pergerakan EUR. Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) final Jerman mengonfirmasi kenaikan bulanan 0,2% pada Agustus dan pertumbuhan tahunan 2,9%, dibandingkan masing-masing 0,9% dan 2,8% pada Juli. Sementara itu, USD juga belum mampu memanfaatkan statusnya sebagai aset safe haven secara optimal. Dolar tertekan oleh aksi jual USD, kekecewaan terhadap program buyback obligasi Departemen Keuangan AS, unwinding carry trade USDJPY, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya utang pemerintah AS.
Strategis FX Brown Brothers Harriman menilai bahwa meskipun kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September dapat menjadi keputusan yang hampir pasti, peluang USD untuk mencetak level tertinggi baru dalam siklus ini masih diragukan. Pengetatan kebijakan oleh bank-bank sentral utama lainnya, termasuk ECB, dapat mengurangi divergensi kebijakan moneter dan membatasi keunggulan USD. Dari sisi AS, pasar menantikan PPI yang diperkirakan meningkat menjadi 5,3% secara tahunan pada Agustus dari 4,7% pada Juli. Namun, perhatian terbesar tetap tertuju pada CPI AS pada Jumat karena data tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan.
Secara keseluruhan, bias EURUSD masih netral dengan kecenderungan bullish, tetapi penguatan Euro berpotensi terbatas sebelum terdapat konfirmasi dari keputusan ECB dan data inflasi AS. Area 1,1650 menjadi resistance penting; penembusan yang meyakinkan di atas level tersebut dapat membuka ruang bagi penguatan lebih lanjut, terutama jika Lagarde memberikan sinyal hawkish dan CPI AS lebih rendah dari perkiraan. Sebaliknya, sentimen risk-off, harga minyak yang tetap tinggi, atau CPI AS yang lebih panas dapat memperkuat USD dan kembali menekan EURUSD. Untuk jangka pendek, pasar kemungkinan bergerak volatil dengan arah utama ditentukan oleh kombinasi keputusan ECB, pernyataan Lagarde, PPI, dan terutama CPI AS.
sumber : fxstreet
