EURUSD Datar, Pasar Menanti Keputusan ECB dan Data Inflasi AS
Pasangan EURUSD bergerak relatif datar pada awal perdagangan Senin dan diperdagangkan naik tipis 0,03% ke level 1.1616 saat berita ini ditulis Pukul 13.45 WIB. Pergerakan tersebut terjadi setelah Euro mengalami pembalikan dari area 1,1640 pada pekan sebelumnya. Tekanan terhadap Euro datang dari melemahnya aktivitas industri Jerman serta kenaikan harga Minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, penguatan Dolar AS masih terbatas karena pasar Amerika Serikat tutup untuk memperingati libur Labor Day, sehingga aktivitas perdagangan dan volatilitas cenderung lebih rendah.
Sentimen terhadap Euro semakin terbebani oleh data ekonomi Jerman yang mengecewakan. Produksi Industri Jerman turun 1,1% pada Juli, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan 0,3%. Selain itu, data Juni direvisi menjadi stagnan dari sebelumnya diperkirakan tumbuh 0,2%. Secara tahunan, kontraksi produksi industri juga semakin dalam menjadi 1,6% dari penurunan 0,5% pada Juni. Data tersebut mengindikasikan bahwa sektor manufaktur Jerman masih menghadapi tekanan dan dapat membatasi ruang penguatan Euro dalam jangka pendek. Sementara itu, PDB final Zona Euro diperkirakan mengonfirmasi pertumbuhan ekonomi sebesar 0,4% secara kuartalan pada kuartal kedua dan 1,1% secara tahunan.
Fokus utama pasar pekan ini akan tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis. ECB diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%, tetapi perhatian investor akan lebih tertuju pada pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan hingga akhir tahun. Dari sisi Amerika Serikat, Dolar memperoleh dukungan setelah data NFP Agustus menunjukkan penambahan 162 ribu pekerjaan, hampir tiga kali lipat dari ekspektasi 55 ribu. Perhatian berikutnya beralih ke data inflasi AS, khususnya CPI, yang akan menjadi faktor penting dalam menentukan ekspektasi kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan pekan depan.
Meskipun prospek kenaikan suku bunga The Fed semakin kuat setelah data tenaga kerja yang solid, potensi penguatan Dolar AS tetap menghadapi sejumlah hambatan. Strategis Brown Brothers Harriman menilai kenaikan suku bunga The Fed pada September relatif sudah diperhitungkan pasar, tetapi USD belum tentu mampu mencetak level tertinggi baru karena bank-bank sentral utama lainnya juga mulai memperketat kebijakan. ECB yang diperkirakan memberikan kenaikan suku bunga 25 basis poin menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi perbedaan kebijakan moneter antara AS dan Zona Euro. Selain itu, risiko kejutan dari data CPI AS dapat meningkatkan volatilitas EURUSD secara signifikan.
Secara teknikal, bias EURUSD cenderung netral hingga bearish dalam jangka pendek, terutama selama harga masih berada di bawah area 1,1640. Jika tekanan jual meningkat, perhatian berikutnya akan tertuju pada area 1,1600 sebagai support psikologis, kemudian level-level support yang lebih rendah apabila terjadi penembusan. Sebaliknya, kemampuan pasangan ini untuk kembali menembus 1,1640 akan menjadi sinyal awal pemulihan dan membuka peluang menuju resistance berikutnya. Dengan pasar AS yang tutup pada Senin, pergerakan kemungkinan relatif terbatas, sementara keputusan ECB dan data CPI AS menjadi katalis utama yang berpotensi menentukan arah EURUSD sepanjang pekan ini.
sumber : fxstreet
