Emas Menguat Terbatas, Pasar Menanti Data Inflasi AS

Harga Emas (XAUUSD) mencatat penguatan moderat pada perdagangan Selasa, sekaligus menghentikan penurunan dua hari berturut-turut. Pemulihan tersebut didukung oleh pelemahan Dolar AS (USD) dari level tertinggi tiga minggu, yang semakin tertekan akibat penguatan Yen Jepang (JPY). Meski demikian, Emas masih kesulitan menembus level US$4.450 karena ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang relatif hawkish serta ketidakpastian geopolitik masih memberikan dukungan terhadap USD sebagai aset safe haven. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan menunggu data inflasi AS sebelum mengambil posisi agresif.

Fokus utama pasar pekan ini tertuju pada data Indeks Harga Produsen (PPI) yang akan dirilis Kamis dan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat. Kedua data tersebut akan menjadi indikator penting untuk mengukur tekanan inflasi sekaligus menentukan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Risiko inflasi juga meningkat akibat harga energi yang lebih tinggi, terutama di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sementara itu, laporan NFP AS yang menunjukkan pertumbuhan lapangan pekerjaan lebih kuat pada Agustus telah meningkatkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan ini. Namun, OCBC menilai data payrolls tersebut hanya memberikan dukungan marginal terhadap USD dan belum cukup untuk menghasilkan tren penguatan yang berkelanjutan. Pasar masih membutuhkan bukti inflasi yang lebih kuat melalui data CPI sebelum meningkatkan keyakinan terhadap kenaikan suku bunga September.

Dari sisi fundamental, ketegangan AS-Iran juga masih menjadi faktor penting yang membatasi potensi pelemahan USD sekaligus menciptakan dinamika yang kompleks bagi Emas. Iran mengancam akan memberikan respons terhadap serangan baru AS dan memperingatkan bahwa infrastruktur energi di kawasan Teluk dapat menjadi sasaran. Selain itu, ancaman pemberlakuan blokade di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global. Kondisi tersebut berpotensi mendorong harga energi lebih tinggi dan kembali meningkatkan tekanan inflasi. Jika hal tersebut terjadi, ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih ketat dapat menguat, sehingga berpotensi membatasi kenaikan Emas melalui penguatan USD dan peningkatan imbal hasil obligasi.

Secara teknikal, XAUUSD masih mempertahankan struktur yang relatif konstruktif karena harga bertahan di atas EMA 200-hari di sekitar US$4.288 dan zona support Fibonacci yang cukup kuat. RSI berada di sekitar 52, menunjukkan momentum netral hingga sedikit positif. Namun, MACD masih berada di bawah garis nol dengan pembacaan negatif sekitar -24, yang mengindikasikan momentum bullish belum sepenuhnya pulih setelah koreksi sebelumnya. Resistance terdekat berada di sekitar US$4.523 yang merupakan Fibonacci 23,6%. Jika level tersebut berhasil ditembus secara meyakinkan, peluang kenaikan berikutnya terbuka menuju zona swing high sekitar US$4.697.

Di sisi bawah, support awal berada di Fibonacci 38,2% sekitar US$4.415, kemudian US$4.328 pada Fibonacci 50%. Support berikutnya berada di sekitar US$4.242 pada Fibonacci 61,8%, dengan EMA 200-hari di sekitar US$4.288 menjadi fondasi penting bagi tren jangka menengah. Secara keseluruhan, bias XAUUSD masih netral hingga bullish secara teknikal, tetapi momentum jangka pendek belum cukup kuat untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik. Selama harga bertahan di atas area US$4.288–US$4.328, peluang rebound tetap terbuka. Namun, penembusan US$4.415 dan terutama US$4.523 akan menjadi sinyal yang lebih kuat bagi kelanjutan bullish, sementara data PPI dan CPI AS menjadi katalis utama yang berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya.


sumber : fxstreet