Emas Menguat, Dolar AS yang Lemah Topang Tren Bullish
Harga Emas (XAUUSD) mempertahankan kenaikan moderat dan diperdagangkan di sekitar US$4.550 pada awal sesi Eropa Jumat. Emas masih berada dekat level tertinggi sejak awal Juni 2026 dan berupaya mempertahankan penembusan di atas SMA 200-hari yang menjadi indikator teknikal penting. Pelemahan Dolar AS menjadi faktor utama yang mendukung Emas, setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan tanda-tanda meredanya tekanan harga sehingga investor mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Namun, potensi kenaikan Emas masih menghadapi sejumlah hambatan. Harga minyak yang kembali menguat akibat kebuntuan AS-Iran mengenai Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat kembali meningkat. Aktivitas kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap kapal tanker minyak juga meningkatkan risiko gangguan pasokan energi. Kondisi tersebut dapat mempertahankan imbal hasil obligasi AS pada level tinggi dan berpotensi membatasi kenaikan Emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, Risalah FOMC 28–29 Juli menunjukkan bahwa sejumlah pejabat The Fed masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak mengalami kemajuan lebih lanjut. Pasar juga masih memperhitungkan peluang sekitar 68% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali hingga akhir 2026. Ekspektasi tersebut menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi biasanya meningkatkan biaya peluang memegang Emas. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dapat mendukung USD sebagai aset safe haven dan membatasi potensi kenaikan XAUUSD.
Meski demikian, ketegangan geopolitik justru memberikan dukungan fundamental lain bagi Emas sebagai aset safe haven. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran serta ketidakpastian mengenai Selat Hormuz menjaga risiko geopolitik tetap tinggi. Selama ketegangan tersebut berlanjut, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti Emas berpotensi tetap kuat. Oleh karena itu, kombinasi antara pelemahan USD dan meningkatnya permintaan safe haven masih memberikan fondasi positif bagi XAUUSD.
Secara teknikal, XAUUSD menunjukkan struktur bullish setelah mampu bertahan di atas SMA 200-hari. Resistance penting berikutnya berada di US$4.529, yaitu Fibonacci retracement 61,8%; penembusan dan penutupan yang kuat di atas level tersebut dapat membuka peluang menuju US$4.687 dan selanjutnya US$4.889. Di sisi bawah, support terdekat berada di US$4.514 pada SMA 200-hari, kemudian US$4.417, US$4.306, dan US$4.168. RSI di 67,70 menunjukkan momentum bullish yang kuat tetapi mulai mendekati kondisi jenuh beli. Dengan demikian, bias XAUUSD masih bullish, tetapi trader perlu mewaspadai koreksi teknikal apabila harga gagal mempertahankan area US$4.514–US$4.529.
sumber : fxstreet
