Emas Lanjutkan Penurunan karena Naiknya Yields AS & USD

Harga emas melanjutkan penurunannya ke kerendahan mendekati dua minggu di sekitar $1,956 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa karena menguatnya dolar AS dan naiknya yields obligasi treasury AS. Sementara itu, ketegangan geopolitik kurang lebih tidak berubah sehingga memudarkan daya tarik terhadap emas.

Harga emas turun dengan naiknya minat terhadap resiko dari para trader dan investor sebagaimana dengan yang terlihat di dalam pergerakan harga saham. Indeks saham AS mengalami rally yang solid pada minggu lalu.

Pada hari Selasa, indeks saham AS melanjutkan kenaikannya setelah pada minggu lalu meraih keuntungan mingguan terbesar di tahun 2023. Sentimen pasar yang “risk-on” didukung oleh tidak adanya perkembangan yang besar dan tiba-tiba dalam perang Israel dengan Hamas, dimana tidak ada negara – negara lain yang serius untuk terlibat di dalam konflik. Hal ini telah menaikkan semangat di pasar dan membuat para trader dan investor dapat fokus dan bereaksi terhadap fundamental pasar yang normal.

Setelah menderita kerugian terus menerus belakangan ini, dolar AS mengalami pemulihan dengan membaiknya yields obligasi AS. Indeks dolar AS naik 0.50% ke 105.567. Naiknya indeks dolar AS ini membebani harga minyak mentah yang perdagangannya berbasiskan dolar AS.

Meskipun demikian, penurunan harga emas kemungkinan hanya berlangsung sebentar dengan para investor melihat kepada berakhirnya kampanye pengetatan moneter dari Federal Reserve AS karena melemahnya inflasi konsumen secara bertahap dan naiknya yields obligasi treasury AS yang telah membuat kondisi keuangan menjadi ketat secara signifikan.


Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,960 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,950 dan kemudian $1,943.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,973 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,990 dan kemudian $2,010.


sumber : vibiznews