Emas Cetak Level Tertinggi Mingguan, The Fed Jadi Penentu
Emas (XAUUSD) melanjutkan aksi beli untuk hari kedua berturut-turut dan mencatat level tertinggi mingguan baru pada hari Jumat. XAUUSD diperdagangkan naik 1,17% ke level US$4.392,78 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.30 WIB. Kenaikan harga emas didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dari level tertinggi multi-tahun, sementara koreksi harga minyak mentah membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dalam jangka pendek. Kondisi tersebut membatasi penguatan Dolar AS (DXY) dan memberikan ruang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi. Namun, prospek kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang tetap hawkish menjadi faktor yang berpotensi membatasi kenaikan logam mulia.
The Fed secara bulat menaikkan suku bunga pada pertemuan September, untuk pertama kalinya sejak 2023. Selain kenaikan tersebut, dot plot menunjukkan bahwa para pejabat The Fed masih memperkirakan satu kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Dalam konferensi pers pascakeputusan, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan pentingnya stabilitas harga konsumen bagi pertumbuhan ekonomi AS dan menyatakan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dalam waktu yang terlalu lama. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah tetap menopang harga minyak mentah, sehingga risiko inflasi berbasis energi dapat mempertahankan tekanan terhadap The Fed untuk menjalankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Perubahan prospek kebijakan The Fed juga mulai memengaruhi pandangan terhadap Dolar AS. UOB Group menilai kembalinya The Fed ke siklus kenaikan suku bunga dapat membalikkan penyempitan perbedaan suku bunga AS dengan negara-negara G10 yang sebelumnya menjadi salah satu faktor penekan DXY sejak akhir 2024. UOB bahkan memperkirakan dua kenaikan suku bunga The Fed tambahan, yang berpotensi memberikan dukungan terhadap DXY ke depan. Jika USD kembali menguat secara signifikan, kondisi tersebut dapat menjadi hambatan bagi XAUUSD karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut tercermin dalam CME FedWatch, yang menunjukkan peluang sekitar 54% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober dan sekitar 88% untuk kenaikan pada Desember. Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik juga menjaga permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven. Dalam perkembangan terbaru, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran menyatakan telah menyerang kapal tanker berbendera Togo yang disebut mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan bahwa dirinya semakin dekat dengan keputusan besar terkait kemungkinan melanjutkan serangan skala besar terhadap Iran, sehingga perkembangan konflik Timur Tengah tetap menjadi sumber volatilitas bagi emas dan USD.
Dengan demikian, pemulihan XAUUSD saat ini menunjukkan momentum positif setelah menyentuh level terendah enam pekan pada Rabu, tetapi kenaikan berikutnya masih membutuhkan konfirmasi dari aksi beli yang lebih kuat. Pelaku pasar akan mencermati data Produksi Industri dan Tingkat Pemanfaatan Kapasitas AS serta pernyataan sejumlah pejabat FOMC pada sesi Amerika Utara. Data atau komentar yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali menopang USD dan membatasi emas, sedangkan penurunan imbal hasil obligasi serta meningkatnya permintaan safe haven akibat eskalasi geopolitik dapat memberikan dukungan tambahan bagi XAUUSD. Untuk jangka pendek, bias emas cenderung positif tetapi masih menghadapi hambatan dari prospek hawkish The Fed dan potensi penguatan USD.
sumber : fxstreet
