DXY Menguat Tiga Hari Beruntun, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Topang USD
Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Senin. DXY diperdagangkan naik 0,31% ke level 99,42 saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB. Penguatan Greenback terutama didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjelang keputusan kebijakan pada hari Rabu. Sentimen tersebut semakin kuat setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang masih bertahan, sehingga pasar kembali meningkatkan posisi terhadap skenario kebijakan moneter yang lebih hawkish.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed September kini mendekati 87%, meningkat signifikan dari sekitar 59% sepekan sebelumnya. Lonjakan ekspektasi tersebut menunjukkan perubahan cepat dalam pricing pasar setelah serangkaian data ekonomi AS memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini memberikan dukungan bagi imbal hasil aset berbasis USD dan menjadi katalis positif bagi DXY menjelang keputusan bank sentral.
Data CPI AS yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi utama meningkat 0,4% secara bulanan pada Agustus, sehingga laju tahunan mencapai 3,4%. Kedua angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, perhatian lebih besar tertuju pada CPI inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi. CPI inti meningkat 0,3% secara bulanan, naik dari 0,2% pada periode sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan perkiraan 0,2%. Kenaikan CPI inti tersebut menjadi indikasi bahwa tekanan inflasi mendasar masih cukup kuat dan memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan sikap ketat.
Meskipun demikian, kenaikan suku bunga yang sudah semakin diperhitungkan pasar dapat membuat ruang penguatan DXY menjadi lebih terbatas apabila keputusan The Fed nantinya tidak memberikan kejutan hawkish. Investor tidak hanya akan mencermati keputusan suku bunga, tetapi juga pernyataan dan proyeksi kebijakan untuk melihat seberapa agresif The Fed dalam menentukan langkah berikutnya. Jika bank sentral memberikan sinyal bahwa kenaikan September hanya bersifat satu kali dan kebijakan selanjutnya tetap bergantung pada data, USD berpotensi mengalami aksi profit-taking setelah reli sebelumnya.
Secara keseluruhan, bias DXY masih bullish dalam jangka pendek, didukung oleh penguatan selama tiga hari berturut-turut dan meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga The Fed hingga mendekati 87%. Namun, pasar perlu mewaspadai potensi volatilitas tinggi menjelang keputusan Rabu karena sebagian besar ekspektasi hawkish sudah tercermin dalam harga. Jika The Fed memberikan sinyal lebih agresif dari perkiraan, DXY berpeluang melanjutkan penguatan. Sebaliknya, apabila keputusan dan komunikasi The Fed dinilai kurang hawkish dibandingkan ekspektasi pasar, DXY berisiko mengalami koreksi akibat aksi ambil untung.
sumber : fxstreet
