DXY Melemah Empat Hari Beruntun, Jelang Rilis Data Inflasi AS

Indeks Dolar AS (DXY) kembali melemah untuk hari keempat berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar 98,70 pada hari Kamis. Pelemahan beruntun ini menunjukkan tekanan terhadap USD masih cukup kuat, meskipun ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) mulai kembali hawkish setelah data ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan. Pelaku pasar kini menempatkan perhatian besar pada data inflasi AS sebagai katalis berikutnya yang dapat menentukan arah Dolar.

Data Producer Price Index (PPI) AS yang dirilis Kamis dan Consumer Price Index (CPI) pada Jumat menjadi fokus utama karena keduanya berpotensi memberikan petunjuk mengenai keputusan The Fed pada pertemuan 15–16 September. Setelah data tenaga kerja yang lebih kuat, CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga telah meningkat menjadi lebih dari 60%. Apabila inflasi kembali menunjukkan tekanan yang persisten, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat semakin menguat dan berpotensi memberikan dukungan bagi USD.

Namun, ekspektasi pasar belum sepenuhnya sejalan dengan pandangan para ekonom. Mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan September dan sepanjang sisa tahun ini. Perbedaan antara pricing pasar dan proyeksi ekonom tersebut membuat CPI Agustus menjadi sangat penting. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi menggeser ekspektasi menuju kebijakan yang lebih hawkish, sedangkan data yang lebih rendah dapat kembali memperkuat pandangan bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga.

Dari sisi sentimen, BNY mencatat selera risiko investor mulai mendingin. Arus investasi menunjukkan investor mengurangi eksposur terhadap obligasi sovereign inti secara lebih agresif dibandingkan ekuitas global, sementara kenaikan imbal hasil global semakin membebani arus masuk ke pasar obligasi. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek suku bunga dan dapat meningkatkan volatilitas pasar menjelang data inflasi AS. Meskipun USD secara tradisional mendapatkan dukungan dari kondisi risk-off, tekanan terhadap DXY saat ini menunjukkan faktor ekspektasi kebijakan moneter masih menjadi penggerak yang lebih dominan.

Secara keseluruhan, bias DXY masih bearish dalam jangka pendek setelah mencatat pelemahan selama empat hari berturut-turut, dengan area 98,70 menjadi level penting untuk diperhatikan. Selama DXY belum mampu menunjukkan pemulihan yang kuat, tekanan turun masih terbuka. Namun, PPI dan terutama CPI AS berpotensi menjadi pemicu perubahan arah secara cepat. CPI lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan membuka peluang rebound DXY, sementara CPI lebih rendah berpotensi memperbesar tekanan bearish dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga.


sumber : fxstreet