Dolar Stabil Jelang CPI AS, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Tetap Terbuka
Dolar AS bergerak stabil menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Juli. Indeks Dolar berada di sekitar 99,83, sementara EURUSD diperdagangkan di kisaran 1,1540. Investor cenderung berhati-hati karena data inflasi tersebut dapat menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan September.
Pasar memperkirakan CPI utama naik sekitar 0,1% secara bulanan, dengan inflasi tahunan melandai menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni. Sementara itu, CPI inti diperkirakan meningkat 0,2% secara bulanan, sedangkan tingkat tahunannya turun menjadi 2,5% dari 2,6%. Hasil yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat Dolar AS karena dapat mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed.
Meskipun data ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan pelemahan, sejumlah pejabat The Fed masih menekankan bahwa inflasi menjadi perhatian utama. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan bahwa inflasi masih menjadi tantangan terbesar bagi perekonomian, sementara kondisi pasar tenaga kerja dinilai relatif stabil meskipun belum kuat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa The Fed masih berhati-hati dalam mempertimbangkan perubahan kebijakan.
Presiden sementara The Fed Atlanta Cheryl Venable juga menyampaikan pandangan hawkish dengan menilai inflasi masih terlalu tinggi. Menurutnya, perkembangan konflik Timur Tengah akan menjadi faktor penting karena berakhirnya konflik dapat memperlancar distribusi minyak dan menekan harga energi, sedangkan konflik yang berkepanjangan berpotensi memberikan dampak sebaliknya dan meningkatkan tekanan inflasi.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 48% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, atau sekitar 12 basis poin dalam perhitungan kontrak berjangka. Hingga akhir tahun, pasar memprakirakan total kenaikan sekitar 29 basis poin. Dengan demikian, arah Dolar AS selanjutnya sangat bergantung pada hasil CPI: data yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat USD, sedangkan data yang lebih rendah dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan dan menekan Dolar AS.
sumber : fxstreet
