Dolar Menguat Terbatas, Jelang Data Tenaga Kerja AS dan Jackson Hole

Dolar AS (USD) mempertahankan pemulihan mingguannya pada perdagangan Kamis, dengan Indeks Dolar AS (DXY) berusaha bertahan di atas level 99,00. Penguatan Greenback masih terbatas karena pasar cenderung berhati-hati menjelang dua agenda penting pada Jumat, yaitu revisi tahunan data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat dan pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Perbaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta meredanya ketegangan geopolitik turut memberikan dukungan terhadap Dolar.

Perhatian utama pasar kini tertuju pada revisi data NFP yang berpotensi memberikan gambaran baru mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS. Jika revisi menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan pekerjaan sebelumnya terlalu tinggi, ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed dapat kembali bergeser dan berpotensi menekan Dolar. Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat pandangan bahwa The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih ketat, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi Greenback.

Di pasar mata uang lainnya, EURUSD memperpanjang pelemahan mingguan dan sempat menguji area penting di sekitar EMA 200-hari sebelum kembali pulih melewati 1,1650. GBPUSD juga mengalami tekanan dengan menguji level 1,3570 sebelum bangkit kembali di atas 1,3600. Sementara itu, USDJPY melanjutkan pemulihan selama empat hari berturut-turut dan kembali mendekati 159,50. Di sisi lain, AUDUSD masih menunjukkan performa relatif kuat dengan bergerak mendekati 0,7200, sekaligus menguji level tertinggi tiga bulan.

Di pasar komoditas, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali menguat dan menembus level US$83,00 per barel. Pergerakan minyak masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, sehingga perubahan sentimen terhadap risiko pasokan dapat memicu volatilitas lebih lanjut. Sebaliknya, harga emas melanjutkan pelemahan untuk hari kedua dan bergerak mendekati US$4.560 per troy ounce, meski pada akhirnya ditutup di atas level US$4.600 per troy ounce. Kenaikan imbal hasil obligasi AS, pemulihan Dolar, serta berkurangnya permintaan aset safe haven menjadi faktor yang membebani logam mulia tersebut.

Secara keseluruhan, pasar masih berada dalam fase menunggu katalis utama sebelum menentukan arah berikutnya. Revisi NFP dan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole menjadi faktor penting yang berpotensi mengubah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed sekaligus menentukan arah DXY, emas, dan pasangan mata uang utama. Selama DXY mampu bertahan di atas 99,00, peluang pemulihan masih terbuka, tetapi kegagalan mempertahankan level tersebut dapat kembali menghidupkan tekanan bearish terhadap Dolar AS.


sumber : fxstreet