Dolar Menguat di Tengah Ketegangan Hormuz, Pasar Menanti Inflasi Inggris dan Risalah The Fed

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 99,57 dengan dukungan permintaan safe-haven akibat ketidakpastian di Selat Hormuz. Kondisi ini menekan sebagian besar mata uang utama, sementara Emas terkoreksi dan Minyak tetap berada di level tinggi.

Fokus pasar kini beralih ke Rabu, dengan perhatian utama pada inflasi Inggris, data Zona Euro, dan Risalah FOMC. Inflasi Inggris yang lebih tinggi dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE dan mendukung GBP, sedangkan data yang lemah berpotensi menekan Pound.

Di AS, Risalah FOMC menjadi agenda penting untuk melihat pandangan para pejabat The Fed mengenai arah suku bunga. Sementara itu, ketegangan AS-Iran dan ketidakpastian terkait Selat Hormuz tetap menjadi faktor utama yang dapat meningkatkan volatilitas pasar.

Secara Keseluruhan, DXY masih memiliki bias bullish ringan berkat permintaan safe-haven, tetapi arah berikutnya akan sangat bergantung pada data inflasi Inggris, keputusan kebijakan global, serta sinyal terbaru dari The Fed.


sumber : fxstreet