Dolar Masih Tarik Minat Investor, Setelah Data Ekonomi AS Lampaui Perkiraan
Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY) diperdagangkan menguat, setelah pasar merespons positif serangkaian data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. DXY diperdagangkan naik 0,06% ke level 100,1 saat berita ini ditulis Pukul 13.45 WIB pada hari Senin. Katalis utama penguatan dolar berasal dari laporan tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls) yang dirilis akhir pekan lalu, di mana perekonomian AS berhasil menciptakan sekitar 172.000 lapangan kerja baru pada Mei, jauh di atas ekspektasi pasar yang berada di kisaran 85.000. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih berada dalam kondisi yang tangguh meskipun menghadapi berbagai ketidakpastian global.
Selain itu, tingkat pengangguran AS tetap bertahan di level 4,3%, menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih relatif kuat. Kondisi ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dan bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan apabila inflasi kembali meningkat. Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik dan mendorong arus dana masuk ke aset berbasis dolar.
Faktor lain yang mendukung penguatan DXY adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global telah mendorong kenaikan harga minyak serta meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS. Dalam situasi ketidakpastian global, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko dan meningkatkan kepemilikan mata uang dolar sebagai instrumen lindung nilai.
Di sisi kebijakan moneter, pasar kini semakin yakin bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama (higher for longer). Bahkan, sejumlah institusi keuangan besar mulai merevisi proyeksi pemangkasan suku bunga mereka. Sentimen tersebut memberikan dukungan tambahan bagi dolar karena selisih imbal hasil antara AS dan negara-negara maju lainnya masih relatif menarik bagi investor global.
Secara teknikal, DXY berhasil menembus area psikologis 100 dan mencapai level tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir. Penguatan ini menunjukkan bahwa momentum bullish dolar masih cukup kuat menjelang rilis data inflasi AS (CPI) dan keputusan suku bunga bank sentral utama dunia dalam beberapa pekan mendatang. Selama data ekonomi AS tetap solid dan inflasi belum menunjukkan perlambatan yang signifikan, dolar berpotensi mempertahankan tren penguatannya.
Menurut analis senior valuta asing dari Goldman Sachs, kondisi ekonomi AS yang tetap kuat memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama dari perkiraan pasar sebelumnya. Goldman Sachs bahkan telah menunda proyeksi pemangkasan suku bunga hingga tahun 2027 setelah melihat kuatnya data ketenagakerjaan terbaru. Pandangan ini memperkuat sentimen positif terhadap dolar AS dan menjadi salah satu alasan utama mengapa DXY mampu melanjutkan reli penguatannya pada awal pekan ini.
Secara keseluruhan, Penguatan DXY terutama didorong oleh kombinasi data tenaga kerja AS yang sangat kuat, meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik global. Selama faktor-faktor tersebut masih mendominasi sentimen pasar, dolar AS berpeluang tetap berada dalam tren positif dalam jangka pendek.
sumber : reuters
