Dolar Bergerak Turun, Fed Sinyal Pangkas Suku Bunga

Dolar AS turun tipis di awal perdagangan Asia Senin (18/12) pagi ini setelah Federal Reserve isyaratkan pemotongan suku bunga tahun depan dan laporan angka PMI di AS sementara bank-bank sentral di Eropa tetap berpegang teguh terhadap kebijakan nan hawkish.

Pukul 09.35 WIB, Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, turun 0,03% di 102,195.

Indeks kembali bergerak stabil minggu lalu setelah hanya naik 0,02% dalam seminggu tersebut.

Dovish pivot dari Fed hambat dolar
Baik European Central Bank maupun Bank of England menyatakan keinginan untuk mempertahankan kebijakan ketat hingga tahun depan untuk memerangi inflasi, lantaran mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Kamis pekan lalu.

ECB mengatakan pelonggaran kebijakan bahkan tidak dibahas dalam rapat dua hari dan BOE menyatakan suku bunga akan tetap tinggi untuk “waktu yang lama”.

Hal ini kontras dengan pivot dari Fed terhadap pemangkasan suku bunga, dan berarti dolar akan tetap tidak disukai saat tahun ini berakhir.

“Ketika pasar tenang setelah periode rapat bank sentral yang penuh dengan kemarahan, kami menyimpulkan bahwa para pengambil kebijakan Eropa telah memilih untuk mundur lebih banyak daripada The Fed dalam hal berapa perkiraan pasar untuk penurunan suku bunga tahun 2024,” kata analis di ING, dalam sebuah catatan.

Ada lebih banyak data ekonomi AS untuk dicerna Jumat minggu, termasuk produksi industri dan manufaktur bulan November serta angka-angka S&P PMI, tetapi sebagian besar fokus akan tertuju pada pidato oleh pengambil kebijakan Fed John Williams, saat pasar mencari konfirmasi bahwa perdebatan telah beralih ke waktu pemotongan suku bunga pertama.

“Jika Williams menyebut penurunan suku bunga, kami menduga dolar akan tetap berada di sisi yang lemah hari ini,” ING menambahkan.

Data PMI manufaktur dan jasa
Dilaporkan Reuters Jumat (15/12), produksi di pabrik-pabrik AS naik di bulan November yang terbit Jumat pekan lalu, dibantu oleh rebound produksi kendaraan bermotor setelah berakhirnya pemogokan, tetapi aktivitas melemah di tempat lain karena manufaktur bergulat dengan biaya pinjaman yang lebih tinggi dan melemahnya permintaan.

Meskipun sektor manufaktur mengalami berbagai masalah, ekonomi terus berkembang di akhir tahun. Sebuah survei pada hari Jumat menunjukkan aktivitas bisnis meningkat di bulan Desember di tengah meningkatnya pesanan dan permintaan pekerja di industri jasa.

Produksi manufaktur naik 0,3% di bulan November, Federal Reserve mengatakan. Data untuk bulan Oktober direvisi lebih rendah dan menunjukkan produksi di pabrik-pabrik turun 0,8%, bukan 0,7% seperti yang dilaporkan sebelumnya. Para ekonom yang disurvei oleh laporan memperkirakan produksi pabrik akan naik 0,4%.

Laporan ketiga, dari S&P Global, menunjukkan PMI manufaktur flash turun menjadi 48,2 di bulan Desember di tengah menyusutnya pesanan dari 49,4 di bulan November. Namun, PMI sektor jasa dalam survei ini naik ke 51,3 dari 50,8 dengan sub-komponen pesanan baru, ketenagakerjaan, dan harga input yang semuanya naik.

Yen stabil menjelang rapat BOJ minggu ini
Di Asia, USD/JPY diperdagangkan naik 0,11% ke 142,31. Yen Jepang stabil di dekat level tertinggi empat bulan terhadap dolar, setelah menguat tajam terhadap greenback dalam beberapa sesi terakhir.

Namun penguatan lebih lanjut yen masih belum pasti, lantaran Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan sikap ultra-dovish dalam rapat terakhirnya untuk tahun ini pada minggu ini.

USD/CNY diperdagangkan naik 0,17% di 7.1304, setelah People’s Bank of China menyuntikkan 1,45 triliun yuan ($200 miliar) ke dalam perekonomian melalui fasilitas pinjaman jangka menengah.

Data ekonomi juga memberikan beberapa isyarat positif di China. Produksi industri tumbuh lebih dari yang diharapkan di bulan November, meskipun penjualan eceran dan investasi aset tetap meleset dari ekspektasi.

AUD/USD naik 0,12% menjadi 0.6704, karena dolar Australia, indikator utama sentimen risiko Asia, naik ke level tertinggi lebih dari empat bulan. EUR/USD naik 0,09% dan GBP/USD naik 0,1%.

 

sumber : investing