Dolar AS Tertekan, Pasar Menanti PCE dan Jackson Hole

Indeks Dolar AS (DXY) mengakhiri pekan di sekitar 98,76, setelah sempat kembali turun ke area 98,47 sebelum mengalami pemulihan. Secara keseluruhan, Dolar masih berada di dekat level terendah sejak Mei 2026. Pelemahan tersebut terutama dipengaruhi faktor teknis dan penurunan imbal hasil obligasi AS setelah Departemen Keuangan meningkatkan pembelian kembali surat utang bertenor panjang. Kondisi ini mengurangi daya tarik Greenback meskipun data awal PMI AS pada Jumat menunjukkan aktivitas ekonomi masih cukup kuat.

Perhatian pasar pada pekan ini akan beralih kepada sejumlah agenda penting dari Amerika Serikat. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) bulan Juli pada Rabu akan menjadi indikator utama untuk mengukur perkembangan inflasi dan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed. Namun, perhatian terbesar diperkirakan tertuju pada Jumat, ketika Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato utama pertamanya dalam simposium Jackson Hole. Revisi tahunan awal data Nonfarm Payrolls juga akan dirilis pada hari yang sama. Kombinasi pidato yang dovish dan revisi turun data tenaga kerja berpotensi memperbesar tekanan terhadap Dolar AS.

Di pasar mata uang, EURUSD menutup pekan di 1,1677 dan masih kesulitan menembus level psikologis 1,1700. GBPUSD berada di pertengahan 1,3600-an dan cenderung mengikuti pergerakan Dolar karena minimnya agenda ekonomi Inggris. Sementara itu, USDJPY bertahan sedikit di bawah 159,00, dengan pelemahan Dolar tertahan oleh Yen yang masih menghadapi perbedaan suku bunga yang cukup lebar. Di sisi lain, AUDUSD menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik dan berada di sekitar 0,7170, meskipun data inflasi Australia pada Rabu berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan RBA.

Pasar komoditas juga menunjukkan pergerakan positif. WTI bertahan di dekat level tertinggi empat pekan di US$86,65, dengan perkembangan geopolitik Timur Tengah dan ketegangan antara AS serta Iran masih menjadi faktor utama. Sementara itu, Emas mencatat penguatan signifikan dan menutup pekan di atas US$4.600, mencapai level tertinggi dalam tiga bulan. Pelemahan Dolar, penurunan imbal hasil riil, serta meningkatnya permintaan aset safe haven menjadi faktor utama yang menopang kenaikan harga logam mulia.

Secara keseluruhan, pekan ini berpotensi menjadi periode penting bagi arah pasar global. Data PCE akan menjadi indikator utama untuk menilai tekanan inflasi AS, sedangkan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole dapat menjadi katalis terbesar bagi Dolar, Emas, dan pasar obligasi. Jika sinyal kebijakan The Fed semakin dovish, Dolar berpeluang melanjutkan pelemahan dan membuka ruang kenaikan bagi Emas serta mata uang utama. Sebaliknya, pernyataan yang lebih hawkish atau data inflasi yang kembali menguat dapat memicu penguatan Dolar dan aksi ambil untung pada aset-aset yang telah mengalami reli.

sumber : fxstreet