Dolar AS Tertekan, Jelang Data PCE dan Jackson Hole

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak di bawah level 99,00 pada perdagangan Rabu setelah para pelaku pasar cenderung mengurangi posisi menjelang serangkaian data ekonomi penting dan pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Pergerakan Dolar masih relatif terbatas, tetapi tetap berada dekat level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Rencana Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi bertenor panjang juga masih menjadi faktor yang membatasi penguatan Greenback.

Di pasar mata uang, EURUSD bertahan di sekitar 1,1675 setelah data ekonomi Jerman menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. PDB kuartal kedua dan survei bisnis IFO memberikan dukungan terhadap Euro. GBPUSD juga mempertahankan penguatan di dekat level tertinggi enam bulan, tepat di bawah 1,3650, didukung oleh inflasi Inggris yang masih tinggi serta data aktivitas bisnis yang relatif kuat. Sementara itu, USDJPY bergerak sedikit lebih tinggi di atas 159,00 karena Yen kembali mengalami tekanan.

Pergerakan komoditas berlangsung beragam. Harga Emas terkoreksi menuju US$4.660 per troy ounce setelah premi risiko geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Sementara itu, harga minyak WTI mengalami tekanan yang jauh lebih besar dan turun lebih dari 3% menuju US$81 per barel setelah muncul pernyataan bahwa Selat Hormuz telah bebas dari ranjau. Perkembangan tersebut mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan mendorong aksi jual pada harga minyak.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data ekonomi AS yang akan dirilis pada sesi Amerika. Estimasi kedua PDB kuartal kedua diperkirakan mengonfirmasi pertumbuhan tahunan sekitar 1,5%, disertai data Pesanan Barang Tahan Lama, Pendapatan Pribadi, dan Belanja Pribadi. Namun, perhatian terbesar akan tertuju pada indeks Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi salah satu indikator inflasi utama bagi The Fed. PCE inti secara tahunan diperkirakan bertahan di sekitar 3,3%, sehingga hasil yang lebih tinggi atau lebih rendah dari perkiraan dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga.

Secara keseluruhan, Dolar AS masih menghadapi tekanan menjelang dua agenda penting, yaitu data PCE dan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole. Jika data inflasi tidak menunjukkan kejutan positif bagi Dolar dan Warsh memberikan sinyal kebijakan yang lebih dovish, tekanan terhadap DXY berpotensi berlanjut. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih kuat atau pernyataan hawkish dari The Fed dapat memicu pemulihan Greenback. Untuk saat ini, perhatian pasar tetap tertuju pada kemampuan DXY mempertahankan level 99,00 sebagai area penting dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.


sumber : fxstreet