Dolar AS Stabil, Jelang Rilis Data Ekonomi Penting

Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak stabil pada perdagangan Kamis setelah mengalami volatilitas tinggi pasca-keputusan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Meski keputusan tersebut sesuai ekspektasi pasar, pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang bernada hawkish berhasil mengangkat kembali Dolar AS setelah sempat melemah. Pelaku pasar kini menantikan rilis data PDB kuartal II dan inflasi dari Amerika Serikat, Jerman, serta Zona Euro untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Warsh menegaskan bahwa target inflasi The Fed tetap berada di 2% dan bank sentral siap mengambil tindakan apabila tekanan inflasi belum mereda. Sikap tersebut memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter yang ketat akan dipertahankan lebih lama. Hal ini tercermin dari meningkatnya FXS Fed Sentiment Index, yang menunjukkan pasar kembali menilai The Fed masih memiliki kecenderungan hawkish.

Di sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah wilayah strategis di Iran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan mendorong harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik di atas US$84 per barel, setelah sebelumnya melonjak hampir 7% pada perdagangan Rabu.

Di pasar mata uang, GBPUSD bergerak stabil menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 3,75%, sementara USDJPY menguat tipis ke atas 163,50. Investor juga mencermati pernyataan otoritas Jepang terkait kebijakan fiskal yang berpotensi memengaruhi pergerakan yen.

Sementara itu, harga emas (XAUUSD) sempat menembus level US$4.100 per troy ounce sebelum kembali terkoreksi ke bawah US$4.050. Menurut analis Commerzbank, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed masih menjadi faktor utama yang menjaga volatilitas pasar serta membatasi ruang penguatan emas dalam jangka pendek.


sumber : fxstreet