Dolar AS Stabil Jelang Pidato Kevin Warsh, Bias Jangka Pendek Masih Bearish

Indeks Dolar AS (DXY) memperoleh sedikit dukungan setelah mengalami penurunan pada hari sebelumnya dan diperdagangkan di sekitar level 99,13 selama perdagangan sesi awal pada hari Jumat. Pergerakan USD cenderung terbatas karena investor memilih bersikap hati-hati menjelang pidato Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, di Simposium Jackson Hole. Pasar berharap pernyataan tersebut dapat memberikan kejelasan mengenai arah kebijakan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang.

Dolar AS juga mendapatkan dukungan dari data inflasi AS yang relatif kuat pada awal pekan ini. Tekanan inflasi yang masih persisten meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed dapat kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember kini berada di sekitar 74%. Namun, untuk pertemuan September, pasar masih memperkirakan The Fed cenderung mempertahankan suku bunga, dengan probabilitas sekitar 65%. Perbedaan ekspektasi tersebut membuat arah kebijakan The Fed tetap menjadi faktor penting bagi pergerakan USD.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat dan prospek jangka panjang Dolar masih membayangi pasar. Perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS turut menimbulkan pertanyaan mengenai stabilitas pasar obligasi dan meningkatnya beban utang pemerintah. Para ahli strategi Scotiabank menilai penguatan DXY belakangan ini lebih merupakan koreksi sementara daripada perubahan tren. Mereka melihat tren penurunan Dolar dalam jangka menengah masih cukup kuat, meskipun indeks kini kembali menguji area pertengahan 99.

Sentimen hawkish dari sejumlah pejabat The Fed juga memberikan dukungan bagi USD. Hammack menyampaikan pandangan yang menekankan perlunya bertindak menghadapi inflasi yang masih persisten, termasuk pandangan bahwa tingkat suku bunga netral mungkin berada pada level yang lebih tinggi. Kekhawatiran mengenai munculnya kembali ekspektasi inflasi yang tinggi dan potensi hilangnya kepercayaan publik terhadap target inflasi 2% dapat mendorong pasar untuk menilai kembali jalur suku bunga The Fed. Jika sikap hawkish tersebut kembali ditegaskan oleh Kevin Warsh, Dolar berpotensi memperoleh dorongan tambahan.

Secara teknikal, DXY masih mempertahankan bias bearish karena harga berada di bawah EMA 50-hari, meskipun masih bertahan di sekitar EMA sembilan hari. RSI 14-hari di 39,49 menunjukkan tekanan jual masih dominan, tetapi belum memasuki wilayah jenuh jual. Resistance utama berada di EMA 50-hari sekitar 99,88; penembusan dan penutupan yang konsisten di atas level tersebut diperlukan untuk mengubah bias bearish. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level 99,18 dan penutupan harian di bawahnya dapat memperkuat momentum penurunan DXY dalam jangka pendek.


sumber : fxstreet