Dolar AS Menguat, tetapi Tekanan Bearish Masih Dominan

Indeks Dolar AS (DXY) berhasil membentuk basis di sekitar level 98,50 pada perdagangan Kamis, meskipun penguatannya masih terbatas. Sejumlah data ekonomi AS yang dirilis menunjukkan hasil positif, antara lain Klaim Tunjangan Pengangguran Awal yang turun menjadi 206 ribu dari 212 ribu pada pekan sebelumnya, lebih baik dari perkiraan 210 ribu. Selain itu, indeks manufaktur The Fed Philadelphia bulan Agustus melonjak ke 47,4 dari 41,4, jauh melampaui ekspektasi 25. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi AS masih cukup kuat.

Di balik angka utama tersebut, survei manufaktur The Fed Philadelphia juga menunjukkan perkembangan positif pada pasar tenaga kerja dan prospek ekonomi. Indeks ketenagakerjaan meningkat 18 poin dan mencapai level tertinggi sejak April 2022, sedangkan indeks prospek enam bulan melonjak 39 poin ke level yang terakhir terlihat pada 1983. Meskipun demikian, DXY masih berada di bawah EMA 50-hari dan EMA 200-hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan yang terjadi saat ini masih lebih bersifat pemulihan teknis daripada perubahan tren secara keseluruhan.

Pernyataan dari pejabat The Fed turut memberikan dorongan sementara bagi Dolar AS. Salah satu pejabat yang sebelumnya mendukung kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Juli kembali menyampaikan pandangan bahwa inflasi berpotensi tetap berada di atas target dan kenaikan suku bunga lebih awal dapat mencegah perlunya pengetatan yang lebih besar di kemudian hari. Namun, pejabat tersebut belum memberikan komitmen mengenai keputusan pada September. Karena bukan anggota FOMC yang memiliki hak suara tahun ini, pengaruh pernyataannya terhadap prospek kebijakan relatif terbatas.

Tekanan terhadap Dolar justru lebih banyak berasal dari kebijakan Departemen Keuangan AS yang berencana meningkatkan operasi pembelian kembali surat utang pemerintah, khususnya pada tenor 10 hingga 30 tahun. Kebijakan tersebut membantu mengurangi tekanan pada imbal hasil obligasi jangka panjang dan pada akhirnya turut membebani Dolar. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September berada di bawah sepertiga, turun dibandingkan sebelumnya. Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada data PMI awal S&P Global pada Jumat serta simposium Jackson Hole pada 27–29 Agustus, terutama pidato Ketua The Fed yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter.

Secara teknikal, DXY masih berada dalam tren bearish selama level 99,00 belum berhasil ditembus dan dipertahankan. Resistance berikutnya berada di sekitar EMA 200-hari pada 99,75, kemudian EMA 50-hari yang berada sedikit di atas 100,00. Sementara itu, support penting berada di 98,50, dengan support berikutnya di sekitar 98,00. Stoch RSI harian yang berada di dekat wilayah jenuh jual menunjukkan bahwa tekanan turun sudah cukup kuat, tetapi belum memberikan konfirmasi pembalikan tren. Dengan demikian, penembusan 98,50 berpotensi membuka ruang penurunan menuju 98,00, sedangkan penutupan harian di atas 99,75 dapat menjadi sinyal awal bahwa tekanan bearish mulai mereda.


sumber : fxstreet