Dolar AS Menguat, Sentimen Safe Haven Dorong Emas
Indeks Dolar AS (DXY) kembali mendekati level 99,00 untuk pertama kalinya sejak penurunan tajam pada pekan sebelumnya. Penguatan tersebut terutama didorong meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan pengetatan sanksi terhadap Iran. Pernyataan mengenai penerapan kebijakan zero leakage serta ancaman sanksi terhadap salah satu lembaga keuangan besar meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi geopolitik dan mendorong investor kembali mencari perlindungan pada Dolar AS.
Penguatan Greenback memberikan tekanan terhadap sebagian besar mata uang utama. EURUSD turun kembali di bawah 1,1700 menuju area 1,1600-an, sedangkan GBPUSD bergerak di sekitar 1,3630 karena minimnya katalis domestik dari Inggris. USDJPY justru menguat di atas 159,00 karena Yen masih berada di bawah tekanan. Sementara itu, AUDUSD menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah dan turun menuju 0,7150 akibat meningkatnya sentimen risk-off. Perhatian terhadap Aussie selanjutnya akan tertuju pada Risalah RBA dan data inflasi Australia.
Di pasar komoditas, Emas menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Harga XAUUSD melonjak hingga menembus US$4.650 per troy ounce karena investor meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Sebaliknya, WTI justru melemah di sekitar US$85 per barel meskipun ketegangan AS-Iran meningkat. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa faktor geopolitik belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kekhawatiran gangguan pasokan minyak yang lebih besar.
Pada sesi Eropa, perhatian pasar akan tertuju pada data PDB kuartal kedua Jerman dan terutama survei IFO Jerman bulan Agustus. Indeks Iklim Bisnis diperkirakan meningkat menjadi 87,2 dari 86,6, yang apabila terealisasi dapat memberikan sedikit dukungan bagi Euro. Sementara itu, sesi Amerika Serikat akan diramaikan oleh data ketenagakerjaan ADP, harga rumah, Keyakinan Konsumen Conference Board, Penjualan Rumah Baru, serta Indeks Manufaktur The Fed Richmond. Data-data tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai kekuatan ekonomi AS dan memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed.
Secara keseluruhan, pasar masih berada dalam bayang-bayang ketegangan geopolitik dan pergeseran sentimen risiko. Penguatan Dolar berpotensi berlanjut apabila permintaan safe haven tetap tinggi, sementara Emas masih memiliki peluang mempertahankan momentum positif selama ketidakpastian geopolitik meningkat. Namun, data ekonomi AS dan inflasi Australia pada Selasa akan menjadi katalis penting bagi pergerakan mata uang dan komoditas. Untuk Emas, level US$4.650 menjadi area penting yang perlu diperhatikan, sedangkan DXY perlu mempertahankan dekati level 99,00 untuk menjaga momentum penguatannya.
sumber : fxstreet
