Dolar AS Menguat Jelang NFP, Kenaikan Harga Minyak Perkuat Sentimen Pasar

Dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama pada perdagangan Kamis, mendorong Indeks Dolar AS (DXY) naik mendekati level 100,00. Penguatan ini didukung oleh data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan serta lonjakan harga minyak setelah muncul laporan mengenai pembatasan pelayaran kapal-kapal tertentu di Selat Hormuz, yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Data ekonomi AS menunjukkan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal turun menjadi 199 ribu, sementara laporan Challenger Job Cuts mencatat jumlah PHK terendah dalam dua tahun terakhir. Data tersebut memperkuat optimisme terhadap kondisi pasar tenaga kerja AS dan mendorong investor meningkatkan kepemilikan Dolar AS menjelang rilis Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan menjadi perhatian utama pasar.

Di pasar komoditas, harga minyak WTI melonjak sekitar 3% ke kisaran US$77 per barel setelah laporan bahwa Iran berencana membatasi akses kapal-kapal yang terkait dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara tertentu di Selat Hormuz.

Pergerakan di pasar valuta asing menunjukkan EURUSD, GBPUSD, dan AUDUSD melemah terhadap Dolar AS, sedangkan USDJPY menguat dan melanjutkan pemulihan setelah sempat tertekan oleh intervensi otoritas Jepang. Pelaku pasar kini menantikan data perdagangan Tiongkok dan produksi industri Jerman sebagai indikator tambahan kondisi ekonomi global.

Fokus utama investor pada hari Jumat adalah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat. Pasar memperkirakan penambahan sekitar 85 ribu lapangan kerja baru dengan tingkat pengangguran tetap di 4,2%. Selain jumlah tenaga kerja, data pertumbuhan upah akan menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve (The Fed). Jika hasilnya lebih kuat dari perkiraan, Dolar AS berpotensi melanjutkan penguatannya, sementara emas dan mata uang utama lainnya dapat kembali berada di bawah tekanan.


sumber : fxstreet