Dolar AS Menguat Jelang Keputusan The Fed, Emas Tertekan
Indeks Dolar AS (DXY) mempertahankan momentum penguatannya pada awal pekan dan kembali berada di atas level 99,00, diperdagangkan di sekitar 99,22 meskipun masih tertahan di bawah level psikologis 100,00. Penguatan Greenback terutama didukung oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mengambil langkah terkait suku bunga pada pertemuan pekan ini. Dengan keputusan The Fed pada Rabu menjadi fokus utama, investor cenderung mempertahankan posisi defensif terhadap Dolar menjelang rangkaian data ekonomi penting yang dapat memengaruhi prospek kebijakan moneter AS.
Agenda ekonomi Amerika Serikat pada Selasa mencakup Indeks Manufaktur NY Empire State yang diperkirakan turun menjadi 14,75 dari 20,6, serta rata-rata empat minggu perubahan ketenagakerjaan ADP. Namun, perhatian pasar tetap terpusat pada keputusan The Fed pada Rabu. Ekspektasi terhadap kebijakan moneter tersebut mulai memberikan tekanan kepada aset-aset yang sensitif terhadap suku bunga dan pertumbuhan ekonomi. Emas mengalami koreksi, sementara sejumlah mata uang utama melemah terhadap Dolar. Di antara mata uang utama, Pound Sterling relatif mampu mempertahankan kinerjanya dibandingkan mata uang lainnya.
EURUSD tetap berada di bawah tekanan dan bergerak menuju area pertengahan 1,1500-an seiring penguatan Dolar AS. Sementara itu, GBPUSD relatif lebih stabil di sekitar 1,3510 menjelang rilis data pasar tenaga kerja Inggris. Rata-rata pendapatan termasuk bonus diperkirakan melambat menjadi 3,9% dari 4,1%, sedangkan tingkat pengangguran ILO diproyeksikan meningkat menjadi 5,0%. Di kawasan Euro, pasar akan mencermati konfirmasi data inflasi dari Prancis dan Spanyol serta survei ZEW Jerman, yang diperkirakan menunjukkan peningkatan sentimen ekonomi menjadi 37 dari 34,2. Sementara itu, USDJPY kembali menguat dan menembus 154,00 seiring pelemahan Yen, dengan data perdagangan Jepang Agustus menjadi perhatian berikutnya.
Di kawasan Asia-Pasifik, AUDUSD belum menemukan dukungan yang cukup kuat dan kembali melemah menuju 0,7150. Pergerakan Dolar Australia akan dipengaruhi oleh data aktivitas ekonomi Tiongkok pada Agustus, terutama Produksi Industri yang diperkirakan tumbuh 4,8% dan Penjualan Ritel yang diproyeksikan meningkat 0,8%. Di pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali melanjutkan penguatan dan berhasil menembus US$100 per barel. Kenaikan tersebut masih mencerminkan kuatnya sentimen di pasar energi, terutama di tengah risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan global.
Sementara itu, harga Emas (XAUUSD) kehilangan momentum penguatan dan kembali turun menuju area US$4.300 per troy ons. Tekanan terhadap logam mulia terjadi bersamaan dengan penguatan Dolar dan meningkatnya perhatian pasar terhadap keputusan The Fed. Jika The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish dari perkiraan, Emas berpotensi menghadapi tekanan lebih lanjut karena kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi dapat meningkatkan biaya peluang memegang aset non-yielding. Sebaliknya, apabila keputusan dan pandangan The Fed lebih dovish, XAUUSD berpeluang kembali mendapatkan momentum positif. Dengan demikian, keputusan The Fed pada Rabu akan menjadi katalis utama yang menentukan arah Dolar dan Emas dalam jangka pendek.
sumber : fxstreet
